Senin, 11 Mei 2026

Ridwan Kamil Ternyata Pernah Jadi Pekerja Migran di Hong Kong, Sering Kumpul di Taman Victoria

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa ia adalah mantan pekerja migran Indonesia.

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Ridwan Kamil menghadiri acara Launching Sistem Manajemen Jabar Migrant Service Centre (JMSC) Berbasis Elektronik dan Jobfair Jabar Online 2021 di Gedung Sate, Selasa (21/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa ia adalah mantan pekerja migran Indonesia.

Sebelum ia menjadi wali kota Bandung dan gubernur Jawa Barat, ia sempat bekerja di Amerika Serikat dan Hong Kong.

"Bekerja itu di mana saja, tidak harus dibatasi oleh yang namanya batas negara. Seorang gubernur Jawa Barat adalah mantan pekerja migran," katanya saat menghadiri acara Launching Sistem Manajemen Jabar Migrant Service Centre (JMSC) Berbasis Elektronik dan Jobfair Jabar Online 2021 di Gedung Sate, Selasa (21/12/2021).

Ridwan Kamil mengatakan, saat bekerja di Hong Kong, ia pernah berkumpul dengan pekerja migran asal Indonesia lainnya di Victoria Park.

Taman tersebut terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pekerja migran Indonesia, termasuk para pekerja perempuan yang mendominasi di Hong Kong saat itu.

"Yang namanya Ridwan Kamil, pernah kerja lima tahun di Amerika, di Hong Kong, di perusahaan orang lain ya."

"Saya pekerja migran karena paspornya masih Indonesia. Bedanya kerjanya di bidang ekonomi kreatif dan arsitektur, tapi statusnya sama."

"Waktu di Hong Kong ya suka main lah dengan para pekerja migran lain di Taman Victoria," katanya.

Ia mengatakan saat itu para pekerja migran Indonesia harus bekerja keras untuk sekadar mendapat informasi mengenai urusan paspor, pekerjaan, dan pengaduan.

Semua harus dilakukan sendiri dengan kanal informasi dan koordinasi yang seadanya.

"Jadi saya lima tahun memang enggak ada fasilitasi dari negara, semua info nyari sendiri."

"Googling lah kalau sekarang mah. Kemudian kalau mau lapor, ya, cari-cari info," katanya.

Namun, kata dia, kini zaman sudah berubah. Pemerintah sudah banyak memberikan kemudahan kepada para pekerja migran untuk membuat kanal informasi sampai pelaporan.

Bahkan, banyak yang menyediakan layanan pelatihan bekerja di luar negeri.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved