Pawang Hewan Bilang Agar Tak Menyerang, Monyet yang Masuk ke Sekolah di Lembang Jangan Diprovokasi

Pawang hewan sekaligus pelestari lingkungan Steve Ewon memastikan kawanan monyet ekor panjang yang turun gunung dan berkeliaran di TK-SDIT Firdaus

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Pawang hewan sekaligus pelestari lingkungan Steve Ewon 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pawang hewan sekaligus pelestari lingkungan Steve Ewon memastikan kawanan monyet ekor panjang yang turun gunung dan berkeliaran di TK-SDIT Firdaus tidak akan menyerang dan membahayakan siswa.

Asalkan semua orang di kawasan sekolah yang berada di Jalan Raya Lembang, RT 3/6, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu tetap membiarkan kawanan monyet itu berkeliaran.

"Bagaimana kita menyikapinya? Ya biarkan saja, karena kalau monyet diprovokasi dia akan melawan karena monyet itu otaknya lebih dari pada binatang yang lain," ujarnya saat dihubungi Tribun, Jumat (17/12/2021).

Ewon mengatakan, orang yang berada di lingkungan sekolah tersebut lebih baik tidak memberikan makan monyet apalagi sampai mengusir karena monyet itu merupakan hewan adatif.

"Dia itu adaptif, bisa makan serangga, pucuk daun, dan buah-buahan. Dia juga bisa hidup dalam hutan, perkotaan maupun, perkampungan," kata Ewon.

Dengan begitu, kata dia, maka kawanan monyet tersebut bakal tetap bisa hidup meskipun tidak ada orang sama sekali, sehingga monyet ini tidak akan sampai menyerang asalkan aktivitas mereka tidak diganggu.

"Biasanya manusia itu sendiri yang membuat si monyet berevolusi menyerang manusia, karena itu proses revolusi alam yang terjadi," ucapnya.

Sementara terkait monyet itu berkeliaran ke pemukiman warga hingga ke lingkungan sekolah, kata Ewon, hal tersebut karena habitatnya sudah mulai rusak akibat alih fungsi lahan.

Baca juga: Teror Monyet Liar Mereda, Tim dari Perbakin, Polsek, BKSDA Hingga Pasukan Moro Tinggalkan Rancah

Menurut Ewon, rusaknya habitat monyet tersebut akibat alih fungsi lahan seperti hutan dan kebun dijadikan objek wisata dan perumahan, hingga akhirnya kawanan monyet itu mencari tempat lain dengan cara berkeliaran.

"Jadi habitatnya terganggu dan sudah gak ada sumber makanan, kemudian dia masuk ke pemukiman untuk mencari makanan dan beraktivitas karena tempat mereka jadi sempit, dan teritorialnya berkurang," kata Ewon.

Murid-murid Ketakutan

Kawanan monyet ekor panjang turun gunung dan berkeliaran di lingkungan Yayasan Darul Ihsan, Jalan Raya Lembang, RT 3/6, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Terakhir, kawanan monyet tersebut naik gedung sekolah TK-SDIT Firdaus pada Kamis (16/12/2021) ketika murid sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal itu membuat siswa dan guru resah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved