Minggu, 3 Mei 2026

Pilpres 2024

Ijtima Ulama Jabar Dukung Sandiaga Uno Maju di Pilpres 2024, Ini Beberapa Alasannya

Sandiaga Salahudin Uno didorong maju dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Ijtima ulama Jabar mendeklarasikan dukungan bagi Sandiaga Uno maju di Pilpres 2024, di Hotel Golden Flower, Kota Bandung, Rabu (15/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sandiaga Salahudin Uno didorong maju dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Dorongan tersebut datang dari para ulama yang tergabung dalam forum Ijtima Ulama dan Pemuda Islam Indonesia (PII) Jawa Barat.

Mereka mendeklarasikan dukungan terhadap Sandiaga Salahudin Uno agar maju menjadi calon presiden tahun 2024.

Pengasuh pesantren As-Salafiyah Sukabumi, KH Lilik Abdul Kholiq, salah satu ulama yang hadir dalam deklarasi tersebut, mengatakan, dukungan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan para ulama.

"Hari ini, kami bisa berkumpul dengan pimpinan pesantren tentu bukan tanpa sebab. Kami datang ke sini satu tujuan mendeklarasikan dukungan kepada Bapak Sandiaga Uno," ujar KH Lilik Abdul Kholiq di Hotel Golden Flower, Kota Bandung, Rabu (15/12/2021).

Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa para ulama mendukung Sandiaga Uno.

Menurut dia, Sandiaga Uno merupakan tokoh religius, pemimpin berakhlak, dan dapat menempatkan ulama pada tempat yang semestinya.

Sandiaga pun dinilai tokoh yang pintar, energik, dan cerdas.

"Pertimbangan kami seperti diputuskan ijtima ulama, salah satunya kami melihat Bapak Sandiaga Uno tokoh religius, pemimpin berakhlak, menempatkan ulama pada tempatnya."

"Salah satu tokoh smart, energik, cerdas, dan bekerja keras," katanya.

Habib Ahmad Taha AlHaddar, dari Majelis Talim Nur Taufik Taman Safari mengatakan, dukungan ulama terhadap Sandiaga Uno dilakukan sebagai bentuk bimbingan kepada para pemimpin.

"Rakyat tidak pernah salah. Yang salah pemimpin. Tatkala pemimpin salah maka yang bersalah para ulama."

"Kenapa ulama harus ada di atas pemimpin, artinya ulama bisa membimbing ke depan."

"Pemimpin bukan datang ke ulama saat pemilihan, tapi pemimpin wajib datang ke ulama saat memimpin," ujar Habib Ahmad Taha AlHaddar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved