Breaking News:

DPRD Jabar Konsolidasi Gerakan Peduli Tetangga, Ihsanudian: Hindari Pertikaian

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Ihsanudian, melakukan reses di Kabupaten Karawang sejak awal bulan Desember.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Ihsanudian. (Dok. DPRD Jabar) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Ihsanudian, melakukan reses di Kabupaten Karawang sejak awal bulan Desember.

Pada reses kali ini anggota dewan yang dikenal dewan prorakyat ini mengusung tema kepedulian sosial dengan menggelar Konsolidasi Gerakan Peduli Tetangga.

“Mengapa kita harus peduli pada tetangga, karena tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kita, bisa jadi bagian dari keluarga kita. Di saat kita sakit atau terkena musibah, merekalah orang terdekat yang pertama biasanya melakukan pertolongan," katanya dalam reses tersebut.

"Di saat kita menggelar hajatan, bahkan saat-saat senang, bahagia, tetangga pulalah yang menjadi orang terdekat. Saat saudara kita jauh, tetanggalah yang menggantikan peran saudara. Karenanya, jalinlah hubungan harmonis dengan tetangga, hindari pertikaian, apalagi tidak ingin saling mengenal,” ungkap Ihsanudin di depan konstituennya.

Dijelaskan dewan yang juga mantan aktivis PMII ini, bahwa manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa bertahan hidup dengan dirinya sendiri.

Pada suatu saat dia pasti memerlukan bantuan orang lain.

Baca juga: Reses, Anggota DPRD Jabar Serap Aspirasi Mengenai SIPD sampai Irigasi

 “Oleh karena itu, kepedulian terhadap sesama, saling membantu, saling menolong itu sebenarnya fitrah manusia yang tidak bisa dinafikkan," kata Ihsanudin.

Selain menilai sikap individulistis tidak sesuai dengan kultur Indonesia dan ajaran agama serta bertentangan dengan kodrat manusia, Ihsanudin juga menekankan perilaku tersebut cenderung berbahaya.

Karenanya itu membuat sesama warga masyarakat tidak bisa saling melindungi satu sama lain.

Baca juga: Terkait Kabar Penghapusan Kelas di Rawat Inap Mulai 2022, BPJS: Kata Siapa Dihapus?

 “Apalagi saat krisis ekonomi seperti sekarang ini. Kepedulian pada tetangga dan sesama menjadi bekal untuk keluar dari krisis. Karena budaya gotong-royong dalam bidang apapun terbukti menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan,” katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved