Rabu, 3 Juni 2026

Hendak Melahirkan, Ibu Hamil di Kuningan Ditandu Warga Sejauh 5 Km Menggunakan Bambu dan Sarung

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian itu berlangsung pada hari Rabu (7/12/2921) di Blok Pugag, Dusun Kujang Sari, Desa Kutawaringin, Kecamatan Sub

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Istimewa
Tangkapan layar video ibu hamil di Kuningan ditandu warga menuju puskesmas 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Beredar video ibu hamil di tandu warga ternyata terjadi di Kuningan, Jawa Barat.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian itu berlangsung pada hari Rabu (7/12/2921) di Blok Pugag, Dusun Kujang Sari, Desa Kutawaringin, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan.

Kejadian tersebut juga dikonfirmasi Bidan Desa Kutawaringin, Siti Ismaya melalui sambungan selulernya, Minggu (12/12/2021).

Baca juga: Salsabila Kenang Heroiknya Ibunda, Bidan RSUD Al Ihsan, Namanya Diukir di Monumen Pahlawan Covid-19

Bidan desa tersebut menceritakan, ia mendapat laporan dari warga bahwa di Blok Pugag, terdapat ibu hamil yang sudah merasa mulas seperti pada umumnya hendak melahirkan.

"Kejadian itu hari Rabu, ada warga lapor dan menjemput saya ke Blok Pugag. Saat sampai dirumah ibu hamil tadi, saya lakukan pemeriksaan sebagai pertolongan pertama pada layaknya saja," kata Bidan Ismaya.

Usai melakukan perawatan dengan melalui pengecekan kesehatan ibu hamil tadi, bidan desa mengaku kesulitan melakukan proses persalinan karena kendala peralatan dan tenaga medis yang tidak memadai.

Ia akhirnya berinisiatif meminta kepada keluarga ibu hamil dan warga sekitar untuk melarikan ibu hamil itu ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap.

Baca juga: Fakta Sejauh Ini Kasus Herry Wirawan, Tempat Khusus bagi Santriwati yang Hamil sampai Bisikan Maut

"Usai dilakukan pengecekan medis pada ibu hamil, sebab masa persalinan masih beberapa hari dari rasa mules tadi. Kami akhirnya lakukan rujuk ke Rumah Sakit Wijaya. Alasan tadi diberikan itu karena sudah melalui oberservasi," katanya.

Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Wijaya di Kuningan, kata Ismaya mengklaim bahwa ibu bareng keluarga itu diberikan perawatan medis di Puskesmas Subang. "Ya sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Wijaya. Ibu hamil sempat bermalam di berikan Poned di Puskes setempat," katanya.

Terlepas dengan kondisi kesehatan ibu hamil tadi, Ismaya menuturkan bahwa saat evakuasi tadi dilakukan secara manual yang dibantu warga setempat. "Untuk evakuasi ibu hamil tadi dibawa pakai tandu yang dibuat warga. Bentuk tandunya itu dari bambu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pakai sarung hingga tiga lapis," katanya.

Proses evakuasi itu menempuh Jarak dari Blok Pugag menuju Dusun Kujang Sari, yakni sekitar 5 kilometer. Kemudian jika dilakukan secara jalan kaki itu bisa memakan waktu sekitar satu setengah jam.

"Dusun Pugag di Desa Kutawaringin memang tidak banyak orang tahu lokasi. Habisnya, jarak tempuh dengan lokasi perbukitan itu cukup membutuhkan waktu dan tenaga.

Kalau jalan kaki itu satu setengah jam dan jika naik motor trail itu sekitar 45 menit, dan bawa motornya harus yang ahli," katanya.

Mengenai warga dalam beraktivitas, kata dia menilai ada saja yang menggunakan sepeda motor biasa yang telah di modifikasi. "Kalau warga yang pakai motor biasa. Itu motornya juga pakai rantai yang dipasang di gelinding motornya, sebab jika tidak pasang rantai itu motor bisa jalan ditempat saja alias muser," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved