Jumlah Kasus Naik, Warga Cimahi Diminta Waspada DBD, Diharapkan Berperan Aktif Lakukan Ini
Pada musim penghujan ini jentik nyamuk aedes aegypty akan lebih berkembangbiak di berbagai tempat yang terdapat genangan air.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Kemal S Permana
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Cimahi mulai menunjukkan peningkatan. Pemerintah Kota Cimahi langsung bergerak dengan cara memberikan imbauan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi, meminta masyarakat lebih waspada terhadap kasus DBD. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh adanya kenaikan kasus warga yang terkonfirmasi positif DBD di Kota Cimahi.
"Kasus DBD di Kota Cimahi mengalami peningkatan dalam sebulan terakhir. Terkini total ada 161 orang yang terjangkit DBD sejak awal tahun 2021. Sebanyak 18 orang di antaranya meninggal dunia," ujar Pratiwi di Pemkot Cimahi, Sabtu (11/12/2021).
Baca juga: WASPADA DBD, Dalam 2 Bulan Terakhir di Sumedang Ada Penambahan 245 Kasus DBD, 3 Orang Meninggal
Menurut Pratiwi, sebagai langkah antisipasi pencegahan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah dan lingkungannya masing-masing.
Sebab, pada musim penghujan ini jentik nyamuk aedes aegypty akan lebih berkembangbiak di berbagai tempat yang terdapat genangan air.
"Jika sudah merasakan gejala DBD seperti demam, jangan ragu untuk membawanya ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas," tuturnya.
Menurut Pratiwi jika warga Cimahi serentak melaksanakan gerakan PSN, hal itu akan sangat membantu pemerintah dalam upaya memberantas jentik nyamuk dan dalam upaya menurunkan kasus demam berdarah.