Persib Bandung

Analisis Persib vs Persebaya, Sujana: Maung Bandung Kurang Sabar, Srategi Hancur Setelah Kebobolan

begitu tertinggal satu gol dari Persebaya Surabaya, strategi yang dimainkan Persib Bandung pada babak pertama seketika hancur

Penulis: Cipta Permana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJOGJA.COM/Taufiq Syarifudin
Laga Big Match antara Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/12/2021). Hingga Peluit panjang dibunyikan Maung Bandung (Persib Bandung) tak dapat membalas 3 Gol yang diciptakan tim Bajul Ijo (Persebaya Surabaya). 

TRIBUNJABAR.ID- Mantan stiker Persib Bandung, Sujana, menyebut kekalahan Persib Bandung hanya karena kemampuan para penyerang Persebaya Surabaya dalam memanfaatkan peluang.

Bukan juga karena disiplin dan rapatnya lini pertahanan tim Persebaya Surabaya dalam menahan gempuran pemain Persib Bandung.

Menurutnya, pasukan Robert Alberts banyak membuat kesalahan sendiri hingga kalah telak 0-3.

"Sebenarnya penguasaan bola dan dominasi permainan dimiliki Persib Bandung, terutama di babak pertama. Lantaran rapatnya pertahanan Persebaya Surabaya dan tidak adanya ancaman ke gawang Persib, para pemain Persib terus fokus menyerang," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (8/12/2021).

Keasyikan menyerang, Wander Luiz dan kawan-kawan terlambat membangun pertahanan. "Lupa melakukan transisi ke bertahan, hasilnya blunder berkali-kali terjadi di pemain belakang, dan seperti inilah hasilnya," kata Sujana.

Baca juga: Persib Bandung Dibikin Malu Persebaya, Bhayangkara FC Makin Nyaman, Menuju Kokoh di Puncak Klasemen

Menurutnya, begitu tertinggal satu gol dari Persebaya Surabaya, strategi yang dimainkan Persib Bandung pada babak pertama seketika hancur.

Para pemain tampak tidak sabar dalam membangun serangan dan terburu-buru mencari gol penyama kedudukan.

Hal itu, lanjutnya terlihat jelas dari perubahan organisasi permainan, yang semula mengandalkan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki, menjadi umpan panjang dari lini belakang ke Wander Luiz di jantung pertahanan Persebaya Surabaya.

Namun, ketatnya penjagaan bek Persebaya membuat Wander Luiz tidak dapat berbuat banyak.

"Pemain Persib Bandung langsung tidak sabar begitu kebobolan satu gol dan terus menyerang hingga kembali melupakan transisi pertahanan."

"Bukannya, memperkecil kedudukan, justru Persebaya mampu memanfaatkan kelengahan pemain Persib dan meraih dua gol selanjutnya," ucapnya.

Baca juga: Ternyata Strategi Ini yang Dipakai Persebaya untuk Jinakan Persib Bandung

Terkait kembali tidak produktifnya kedua bomber Persib Bandung, Wander Luiz dan Geoffrey Castillion, dalam beberapa pertandingan terakhir, Sujana mengatakan seorang stiker itu, tidak selalu diukur dari jumlah gol.

"Tapi juga kontribusinya membuka ruang dan melepaskan umpan kepada pemain lain yang memiliki kesempatan lebih besar untuk cetak gol. Itu juga bagian dari tugas striker. Inilah yang dimainkan oleh Wander Luiz saat melawan Persebaya."

"Karena ia dijaga sangat ketat, ia hanya dapat membuka ruang dan memberikan operan-operan kepada pemain yang lebih memiliki peluang," ujarnya.

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Geoffrey Castillion, yang baru dimasukkan pada babak kedua.

Meskipun secara postur tubuh sangat mumpuni sebagai striker top, Geoffrey Castillion justru kerap kalah duel dari para pemain Persebaya Surabaya, baik duel di udara maupun dalam perebutan bola.

"Selain itu, sentuhan dan kontrol bolanya juga sering lepas, dan seperti tidak ada semangat dalam bertanding. Seandainya, Persib jadi mendatangkan satu striker asing baru di transfer window nanti, sepertinya Castillion lebih berpeluang dilepas dari pada Wander Luiz," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved