Senin, 11 Mei 2026

Gunung Semeru Meletus

Cerita Lina Selamatkan Diri dari Erupsi Gunung Semeru, 30 Menit Dikepung Lava dan Hujan Abu

Sebelum berhasil menyelamatkan diri, Lina bersama ibu dan keluarganya sempat terjebak selama 30 menit dari kepungan lava.

Tayang:
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Awan panas meluncur dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur sejauh 2,5 kilometer yang mengarah ke Besuk Kobokan. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNJABAR.ID - Peristiwa erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, meninggalkan duka bagi para warga yang terdampak.

Tak sedikit cerita muncul dari korban selamat.

Banyak warga yang tak menyangka bahwa pada Sabtu (4/12/2021) lalu, Gunung Semeru itu mengalami erupsi hebat.

Erupsi Gunung yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut meluluhlantakan daerah-daerah di sekitarnya.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Dua Korban Ditemukan, Diduga Terjebak di Dalam Truk, Biasanya Bawa Anak

Salah satu warga korban selamat menceritakan proses evakuasi dirinya yang cukup dramatis.

Dilansir dari Surya.co.id, Lina (23) warga Dusun Curah Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, menceritakan saat dirinya selamat dari erupsi Gunung Semeru.

Sebelum berhasil menyelamatkan diri, Lina bersama ibu dan keluarganya sempat terjebak selama 30 menit dari kepungan lava.

Saat itu abu vulkanik menghujam dari langit rumahnya.

Sedangkan lahar dingin meluap hingga ke jalanan depan rumahnya.

"Dengar ledakan sama suara batu dari atap semua keluar. Di jalan itu sudah ada lahar dingin," kata Lina dilansir dari Surya, Selasa (7/12/2021).

Dalam kondisi panik, Lina mengaku sempat kebingungan mencari jalur evakuasi.

Apalagi sebelumnya tak ada peringatan dini bahwa Gunung Semeru akan erupsi hebat di hari itu.

Dia akhirnya memutuskan lari keluar dari rumahnya untuk mencari tempat yang dirasa lebih aman.

"Saya pokoknya lari, baru sampai Dusun Kamar Kajang ada Tim SAR.

Mobil mereka gak bisa masuk, karena banyak pohon yang jatuh," cerita Leni sambil menyeka air mata.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved