Breaking News:

Rawan Pohon Tumbang Saat Cuaca Ekstrem, Objek Wisata Bandung Barat Harus Buka-Tutup Selama Nataru

BPBD KBB menyarankan semua pengelola objek wisata menerapkan skema buka-tutup selama libur Natal dan tahun baru (nataru) nanti.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Objek wisata Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang. Serlama libur Natal dan tahun baru, objek wisata di KBB harus berlakukan buka-tutup.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyarankan semua pengelola objek wisata menerapkan skema buka-tutup selama libur Natal dan tahun baru (nataru) nanti.

Hal tersebut dinilai perlu dilakukan karena mulai Desember 2021 hingga akhir Januari 2022 merupakan puncak musim hujan dan diprediksi masih akan terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan longsor maupun pohon tumbang di sekitar objek wisata.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo. mengatakan, skema buka-tutup di objek wisata tersebut perlu dilakukan ketika terjadi cuaca ekstrem, kemudian bisa kembali dibuka saat cuaca kembali normal.

"Kami sudah memberikan penekanan ke pengelola objek wisata, manakala terjadi cuaca ekstrem, hujan besar, dan angin kencang harus menutup sementara semua aktivitas di dalam wisata," ujar Duddy saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (6/12/2021).

Terkait hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perhutani dan pengelola objek wisata supaya mereka benar-benar menerapkan skema buka-tutup selama libur nataru karena pengunjungnya diprediksi akan meningkat.

Apalagi, kata dia, objek wisata di KBB ini kebanyakan wisata alam terbuka seperti hutan pinus yang berpotensi terjadi pohon tumbang yang disebabkan terjadinya hujan deras dan angin kencang.

"Tapi kemarin sudah dilakukan upaya pemangkasan pohon-pohon yang memang sudah tidak produktif, seperti yang sudah mati dan pohon yang sudah miring," kata Duddy.

Menurutnya, upaya pemangkasan pohon yang sudah tidak produktif tersebut juga sangat penting untuk antisipasi pohon tumbang, baik di area objek wisata maupun yang ada di pinggir jalan supaya tidak sampai membahayakan wisatawan.

"Sebagian besar objek wisata di KBB, terutama Lembang ini kan merupakan wisata alam terbuka. Jadi, ketika hujan besar dan angin kencang perlu kewaspadaan," ucapnya.

Baca juga: Kisah Pilu Ibu Muda di Riau, Dapat Perlakuan Tak Senonoh dari Teman Suami, Terbongkar karena Ini

Dalam menghadapi bencana alam di sekitar objek wisata saat Nnataru nanti, pihaknya juga sudah mengadakan pelatihan mitigasi kebencanaan kepada para pengelola objek wisata. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved