Breaking News:

Banjir Bandang di Garut

Diminta Bu Risma, Pemkab Garut Langsung Buat Lumbung Sosial untuk Bantu Korban Banjir Bandang

Pemkab Garut langsung membuat lumbung sosial yang sebelumnya diminta oleh Mensos.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Lumbung sosial untuk kebutuhan masyarakat di kawasan bencana alam didirikan di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut sudah mendirikan lumbung sosial sebagai pusat bantuan logistik untuk warga terdampak bencana banjir bandang di Sukawening dan Karangtengah.

Pendirian lumbung sosial tersebut sebelumnya sudah diperintahkan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharani saat kunjungannya ke lokasi bencana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengatakan lumbung sosial tersebut dibangun untuk memudahkan penyaluran logistik kepada korban bencana sesuai Permensos nomor 128 tahun 2011 tentang kampung siaga bencana.

"Jadi ini adalah bentuk lain dari perhatian pemerintah khususnya Kemensos, bentuknya stok bantuan yang berada di kawasan dengan potensi bencana yang tinggi," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Rabu (1/11/2021).

Nurdin menjelaskan nantinya lumbung sosial ini akan menyuplai juga mendekatkan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Kebutuhan tersebut berupa sandang, pangan dan kebutuhan lainnya yang diperlukan masyarakat seperti selimut, beras, tanki air, baju, alat masak dan lain-lain.

"Atas dasar itu untuk yang bersifat sandang pangan itu akan selalu kita berikan kepada mereka jika terjadi kekurangan bahan atau makanan di lokasi bencana," ucapnya.

Anggota DPRD Komisi IV Garut, Yudha Puja Turnawan mengatakan nantinya jika stok kebutuhan di lumbung sosial itu habis maka pemerintah desa atau kecamatan bisa mengajukan kembali untuk segera diisi ulang Kemensos.

"Jadi ini bantuannya bersifat refill ya, jika habis bisa direload lagi sama Kemensos, jadi agar tidak membebani BTT Garut yang sudah menipis akibat banyaknya bencana," ujarnya.

Yudha menjelaskan atas dasar itu Kemensos memutuskan untuk mendirikan lumbung sosial di kawasan bencana di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah meskipun dua kawasan tersebut belum terdaftar sebagai kampung siaga bencana.

"Karena ini darurat jadi kemensos mendirikan lumbung sosial dan ini bukan untuk saat tanggap darurat ini saja tapi terus berlanjut ke depannya," ucap politisi PDIP itu.

Yudha menjelaskan nantinya tidak hanya untuk bencana alam saja, lumbung sosial ini bisa dimanfaatkan untuk warga yang tertimpa musibah lainnya seperti kebakaran.

Ia berharap ke depannya bisa ada titik-titik lumbung sosial lainnya di berbagai daerah di Garut untuk membantu masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana. 

"Kita berharap karena di Permensos 128 itu masyarakat bisa mengajukan, kita berharap tentunya kepala daerah atau bupati bisa mengajukan lumbung sosial ini," ucapnya.

Baca juga: Warga yang Rumahnya Terdampak Banjir Bandang di Sukawening Segera Dapat Bantuan, Ini Jumlahnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved