Breaking News:

Kemendag Dorong Pemasaran Produk di Era Digital, HIPMI Jabar Bantu Pelatihan Digital untuk UMKM

Kemendag dorong pelaku UMKM memasarkan produk secara digital dan HIPMI Jabar bantu UMKM untuk mendapatkan pelatihan digital

Editor: Siti Fatimah
dok Hipmi Jabar

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kemendag akan terus mendorong pemasaran produk UKM Indonesia di era digital. Hal ini
didukung dengan pertumbuhan e-commerce (niaga elektronik/niaga-el) Indonesia yang melaju cepat karena 58 persen penduduk sudah melakukan transaksi digital.

Direktur JenderalPerdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan mengatakan, posisi ekonomi digital di Indonesia cukup tinggi dengan per kapitanya Indonesia masih di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Unicorn Indonesia juga merambah di ASEAN. Peran ekonomi digital terhadap ekonomi Indonesia pada tahun 2020 sebesar 4 persen dan diharapkan meningkat menjadi 18 persen tahun 2030,” kata Oke dikutip dari laman resmi Kemendag.

Baca juga: Pegadaian Upgrade Kompetensi UMKM Kabupaten Bandung

Menurut Oke, Indonesia harus menyiapkan perkembangan teknologi gelombang baru atau second wave ekonomi digital untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Misalnya dengan memperkuat jaringan internet cepat 5G serta transmisi data melalui jaringan internet tanpa bantuan manusia atau perangkat komputer.

“Indonesia harus mempunyai sistem penyimpan data transaksi (database) yang jauh lebih aman dan transparan. Kecerdasan buatan juga harus dapat diterapkan pada suatu sistem yang dapat diatur secara ilmiah. Selain itu, kita juga perlu memiliki metode penyampaian berbagai layanan melalui internet,” kata Oke.

Pemerintah juga berupaya mengembangkan ekonomi digital dengan melakukan edukasi terhadap masyarakat, pembinaan pelaku usaha, dan menyiapkan instrumen regulasi yang adaptif.

Baca juga: Penjualan UMKM Terbesar dari Usaha Kuliner, Transaksi Digital Terbanyak Berasal dari Fesyen

“Perekonomian Indonesia masih bergantung pada konsumsi domestik sehingga patut dijaga. Di masa mendatang, porsi ekspor dan impor harus diperbesar seperti beberapa negara dengan populasi terbesar. Ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19 mengakselerasi digitalisasi dalam setiap lini kehidupan. Perubahan pola konsumsi masyarakat dari luring menjadi daring harus
dapat dilihat sebagai peluang bisnis menjanjikan sehingga pelaku usaha harus dapat beradaptasi terhadap perubahan,” ungkap Oke.

Dukungan terhadap pelaku UMKM juga dilakukan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesi (HIPMI) Jabar.

Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat bidang 6 yang meliputi  UMKM, ekonomi kreatif dan koperasi mengadakan kegiatan kolaborasi dan kerja sama dengan perusahaan di bidang teknologi untuk membantu 2000 UMKM di Jawa Barat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved