Penemuan Mayat di Subang

Ternyata Ini Alasan Ahli Forensik dr Hastry Terjun di Kasus Subang, Petunjuk Dimintai Tolong Korban

Ternyata ada cerita menarik alasan dr Hastry akhirnya terjun menangani kasus Subang dan melakukan autopsi ulang hingga akhirnya mendapat petunjuk emas

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Widia Lestari
kolase Instagram hastry_forensik/Kompas TV
Olah TKP Pembunuhan Ibu Anak di Subang, dr Hastry selidiki kamar tempat Tuti dan Amalia dibunuh 

TRIBUNJABAR.ID - Kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang belum diungkap pelakunya.

Kedua jasad ibu dan anak itu ditemukan di dalam bagasi mobil Alphard di rumah mereka, (18/8/2021) lalu.

Kendati begitu, kepolisian sudah bekerja keras mengumpulkan barang bukti untuk menuntut pelaku rajapati korban tersebut.

Seperti halnya yang dikerjakan ahli forensik Polri yang terjun menangani kasus Subang tersebut, Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti.

Perwira Polri tersebut baru terjun menangani kasus Subang saat melakukan autopsi ulang.

Baca juga: Rokok Jadi Kunci Pengungkapan Kasus Subang, Ahli Forensik Sebut Sudah Tahu

Ia melakukan autopsi ulang terhadap kedua jenazah korban Tuti dan Amalia pada 2 Oktober 2021.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dr Hastry yakin dirinya telah mendapatkan petunjuk emas.

Ia bahkan yakin kasus Subang perampasan nyawa ibu dan anak itu akan terungkap.

Ahli forensik yang akrab disapa dr Hastry memang tidak sejak awal menangani kasus Subang tersebut.

Ternyata ada cerita menarik atau alasan dr Hastry akhirnya terjun menangani kasus Subang dan melakukan autopsi ulang tersebut.

Rupanya dr Hastry mengakui dirinya mendapatkan petunjuk dari korban.

Bukan petunjuk biasa, ia mengaku mendapatkan permintaan tolong dari korban lewat mimpi.

Hal ini diakui dr Hastry saat berbincang dengan Denny Darko di kanal Youtube-nya, dikutip Tribunjabar.id, Kamis (25/11/2021).

Siapa sangka, perwira Polri ahli forensik ini memiliki kemampuan istimewa sebagai seorang indigo.

Kendati begitu, untuk menangani kasus ia mengedepankan terlebih dahulu fakta ilmiahnya.

Di sisi lain, ia pun mendapatkan bantuan petunjuk dari kemampuan spesialnya.

Dalam kasus Subang ini pun, dr Hastry mengakui mendapatkan petunjuk meski awalnya tidak secara langsung.

Ia pun menceritakan alasan dirinya tidak sejak awal datang menangani kasus Subang tersebut.

Sementara itu, diketahui ia baru terjun melakukan autopsi ulang pada 2 Oktober 2021.

Rupanya saat itu dr Hastry mengira autopsi pada jasad korban kasus Subang sudah dilakukan.

Ia pun mengaku saat itu hanya mengikuti kasus Subang tersebut di balik layar.

Baca juga: INILAH Tahapan Pemeriksaan Barang Bukti Kasus Subang, Ahli Forensik Ungkap Fakta TKP Terkontaminasi

Karena kasus cukup lama tak terungkap, banyak netizen dan pengikutnya di sosial media untuk membantu kasus Subang tersebut.

“Sekian lama, netizen itu kan dari medsos saya kan suruh, bu tolong bu, kasus Subang, saya pikir kan udah diautopsi ya sudah ya kan,” ujar dr Hastry.

“Lah, terus tiba-tiba kok, korban datang minta tolong, akhirnya ya saya memutuskan untuk ke Subang,” jelasnya.

Mendapat permintaan dari netizen, tetiba ia mengaku pun mendapatkan permintaan tolong tersebut dari korban secara tidak langsung.

Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk berangkat ke Subang.

Denny Darko pun kembali memastikan apakah permintaan tolong tersebut lewat mimpi.

Kemudian dr Hastry mengatakan dirinya didatangi korban lewat kemampuan indigonya itu.

“Dokter Hastry merasa didatangi korban lewat mimpi?,” tanya Denny Darko.

“Gak merasa, memang iya,” ujar dr Hastry sembari mengisyaratkan telunjuknya dan dengan suara rendah.

Demikian, atas petunjuk korban itulah diakui dr Hastry akhirnya dirinya datang ke Subang untuk menangani kasus yang 3 bulan tersebut belum terungkap.

Dokter Hastry menanggapi dirinya terjun bukan karena tim forensik yang melakukan autopsi pertama kurang teliti.

Namun, ia mengaku dirinya datang karena dua alasan, yakni dimintai tolong masyarakat dan juga korban.

Di sisi lain inisiatif dimintai tolong masyarakat sebagai tanggung jawabnya karena abdi negara.

Namun, terkait alasan dimintai korban ia merasa seperti dimintai langsung.

Simak video selengkapnya

Baca juga: Polres Subang Sore Ini, Danu Diperiksa, Ahli Forensik yang Katakan Soal Petunjuk Emas Juga Datang

Ahli Forensik Ungkap Jumlah hingga Keberadaan Tersangka

Hampir memasuki 100 hari kasus penemuan mayat di Subang Tuti dan Amalia belum juga diungkap.

Kendati begitu, di tengah upaya polisi mengungkap kasus Subang yang kerap ditagih hasilnya, ahli forensik buka suara.

Ahli forensik Polri, Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti akhirnya blak-blakan membahas sejauh mana kasus Subang itu bergulir.

Ia bahkan mengungkap jumlah tersangka hingga keberadaanya serta menyinggung perkara oknum yang terlibat.

Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti adalah ahli forensik yang bertugas melakukan autopsi ulang pada jasad korban, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Baca juga: Prediksi Ahli Forensik Dr Hastry Kasus Subang Diungkap Sebelum 100 Hari, Jumlah Tersangka Ditangan

Setelah mendapatkan hasil autopsi ulang tersebut, dr Hastry yakin kasus Subang 100 persen dapat terungkap.

Tak pelak, ahli forensik itu bahkan akhirnya mengungkap jumlah tersangka sudah ditangan penyidik.

Meski tak secara gamblang ia sampaikan langsung, namun hal itu diaminkannya.

Hal ini diungkapkan dr Hastry saat berbincang dengan Denny Darko di kanal Youtube-nya, dikutip Tribunjabar.id.

Dalam kesempatan itu, penonton Denny Darko dipersilakan memberikan pertanyaan kepada dr Hastry.

Hingga akhirnya ada penonton yang menanyakan berapa jumlah pelaku rajapati dalam kasus Subang.

Alih-alih meminta dr Hastry tak usah menjawabnya, Denny Darko menebaknya.

Ia meminta dr Hastry hanya tersenyum bila tebakannya benar.

Denny Darko pun langsung melontarkan tebakannya bahwa pelaku rajapati Tuti dan Amali itu lebih dari satu orang.

Ahli forensik itu pun tersenyum dan akhirnya tegas membenarkannya.

“Betul,” ujar dr Hastry sembari tersenyum.

Kemudian, Denny Darko melanjutkan kembali tebakannya bahwa jumlah tersangka lebih dari tiga orang.

Mendengar tebakan itu, dr Hastry buka suara namun hanya tersenyum.

“Kalau saya bilang, pelakunya ini tiga plus sekian lah, intinya seperti itu,” ungkap Denny Darko.

Saat disinggung apakah polisi kalah dari penjahat, dr Hastry dengan tegas membantahnya.

Ia menjelaskan bahwa kepolisian berhati-hati untuk mengungkapkan kasus Subang tersebut.

Kemudian, Denny Darko memastikan soal keberadaan tersangka apakah masih berkeliaran.

Sebelum menjawabnya, dr Hastry meluruskan tersangka berkeliaran karena dikhawatirkan menakut-nakuti masyarakat.

“Enggak berkeliaran, nanti takut masyarakat, masih ada,” ungkapnya.

Baca juga: KASUS SUBANG, Polda Jabar Sudah Periksa 3 Saksi, Orang Jahat Penghilang Nyawa Tuti Segera Terungkap?

Tak sampai di sana, Denny Darko bertanya soal ada adakah oknum yang terlibat dalam kasus Subang tersebut.

dr Hastry tak langsung menjawabnya, ia memastikan apa oknum yang dimaksud Denny Darko tersebut.

Lantas, Denny Darko mengatakan oknum yang ia maksud adalah orang yang berseragam namun tidak mewakili instansi, melainkan bertindak atas kemauannya sendiri.

Setelah mengerti yang dimaksud, dr Hastry membeberkan pihaknya belum sampai mengindikasikan mengarah pada keterlibatan oknum dalam kasus Subang tersebut.

Ia pun menjelaskan bahwa posisi dirinya sebagai ahli forensik hanya mengumpulkan barang bukti ilmiah atau terkait bidang keilmuannya.

Artinya bukti yang dikumpulkan olehnya berasal dari TKP, jejak, DNA, luka tubuh dan lain sebagainya.

Ahli forensik itu pun menegaskan bahwa bukti dari ilmiah tersebut menjadi bukti otentik dan tak bisa palsukan.

“Makannya kan, tidak ada kejahatan yang sempurna,” ujarnya.

Ahli forensik yang sekaligus polisi, Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti membuat pernyataan mengejutkan mengenai kasus Subang.

Dokter Hastry menyebut kalau kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang itu sudah bisa diungkap seminggu kemarin.

Selain soal pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di subang tersebut, dokter Hastry juga menyebut berapa sebenarnya dalang perampasan nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu tersebut.

Hal ini diungkap dokter Hastry dalam wawancaranya dengan ahli tarot Denny Darko di channel Youtube-nya dan dikutip Tribunjabar.id, Sabtu (21/11/2021).

Ahli Forensik dr Hastry menemukan petunjuk di kuku Amalia. Korban kasus Subang ini diduga sempat melawan pelaku.
Ahli Forensik dr Hastry menemukan petunjuk di kuku Amalia. Korban kasus Subang ini diduga sempat melawan pelaku. (Tribunnewsbogor.com/YouTube Tribunnews/Tribun Jabar)

Baca juga: Yosef Dipanggil Langsung Soal Kasus Subang, Kuasa Hukum Ngaku Tak Tahu Tujuan Pemanggilan, Ada Apa?

Kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang ini memang menyita perhatian.

Apalagi, hampir 100 hari kasus Subang belum bisa diungkap oleh kepolisian.

Dokter Hastry yakin, kasus Subang tetap akan bisa diungkap meski sebelumnya dia memperkirakan kasus tersebut akan terungkap seminggu yang lalu.

Mengenai hal ini, dokter Hatry menegaskan bahwa polisi sangat berhati-hati dalam menetapkan tersangka kasus rajapati tersebut.

Alotnya pengungkapan kasus Subang yang menjadi sorotan publik tak jarang membuat masyarakat bertanya-tanya.

Bahkan, tak jarang publik sampai menduga kasus Subang tersebut tidak akan terungkap.

Kendati begitu, di tengah kerja keras polisi mengungkap kasus Subang, ahli forensik, Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti membawa harapan.

Ahli forensik Polri yang akrab disapa dr Hastry itu memberikan penegasan bahwa kasus Subang pasti terungkap.

Hal ini ia sampaikan beberapa waktu lalu setelah melakukan autopsi ulang pada jasad korban, Tuti dan Amalia.

Yakin kasus Subang pasti terungkap, ternyata dr Hastry bahkan sudah memiliki prediksinya sendiri.

Sebagai petugas yang terlibat menangani kasus Subang tersebut, prediksi dr Hastry kasus Subang bisa diungkap sebelum 100 hari dari penemuan mayat korban.

Hal ini disampaikan dr Hastry saat berbincang dengan Denny Darko di kanal Youtube-nya, dikutip Tribunjabar.id (21/11/2021).

“Saya prediksinya kan selalu kalau enggak tanggal 8, tanggal 18 (November, red), ini udah lewat,” ungkap dr Hasry.

Mendengar prediksi dr Hastry tersebut, ternyata Denny Darko mengaku memiliki prediksi yang hampir sama.

Dengan menggunakan kartu tarotnya, Denny Darko mengaku kasus Subang sudah bisa diungkap seminggu kemarin.

Ia pun menjelaskan tak ada korelasi atau saling kerja sama antara dirinya dengan ahli forensik tersebut.

Hanya saja Denny Darko menjelaskan, prediksi dr Hastry berdasarkan segi kasus yang dipecahkan.

Ia pun mengingatkan kembali bahwa tebakannya seminggu lalu.

Saat itu ia menyebut bahwa dalam seminggu akan terjadi satu hal yang penting.

Setelah mendengar prediksi dr Hastry itu, Denny Darko yakin momen penting itu terjadi.

Namun, ia merasa kemungkinan hal penting tersebut belum waktunya dibagikan polisi dan penyidik untuk publik.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved