Lima TKW Dipekerjakan Jadi PSK di Abu Dhabi, Ketahuan Saat Suami Melapor, Tiga Asal Indramayu

Kasus pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKW yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di luar negeri kembali terungkap.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kasus pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKW yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di luar negeri kembali terungkap.

Sepanjang tahun 2021 ini, ada lima TKW yang menjadi korban.

Tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Indramayu dan masing-masing satu TKW berasal dari Sukabumi dan Karawang.

Kejadian itu terungkap dari laporan salah satu suami dari TKW tersebut kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.

"Mereka dipekerjakan sebagai PSK di Abu Dhabi Uni Emirat Arab," ujar Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih, kepada Tribuncirebon.com, Minggu (21/11/2021).

Juwarih menceritakan, dipekerjakannya mereka sebagai PSK berawal saat TKW yang bersangkutan kabur dari majikan.

Karena kurangnya informasi, ada oknum yang mengajak mereka bekerja, tapi para PMI tersebut justru dipekerjakan sebagai PSK.

Masih dikatakan Juwarih, sistem penempatan PMI di Abu Dhabi tidak lagi menggunakan sistem kafalah atau majikan perseorangan, tapi menggunakan sistem syarikah atau perusahaan yang ditunjuk dan bertanggungjawab kepada pemerintah setempat.

"Jadi sistemnya itu seperti rental, dia bekerja di majikan A selama 1 minggu, kemudian ganti majikan lagi, jadi tidak tetap," ucapnya.

Hal tersebut, kata Juwarih, membuat PMI yang bersangkutan tidak betah dan memilih kabur.

Dalam hal ini, laporan soal kasus tersebut diketahui sudah dicabut dan tidak diteruskan.

Para PMI itu beruntung sudah bisa lepas dari muncikari yang mempekerjakannya.

Alasan laporan itu dicabut, kata Juwarih, karena PMI tersebut tidak ingin dahulu dipulangkan ke Tanah Air.

"Dia hanya ingin keluar dari lingkungan muncikarinya, tapi gak mau pulang ke Indonesia karena kalau pulang gak sukses dia malu."

"Setelah lepas dari muncikari, PMI tersebut sekarang bekerja normal sebagaimana umumnya," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved