Breaking News:

Penemuan Mayat di Subang

Kasus Subang Kian Misterius, Kemana Sosok Banpol yang Suruh Danu dan Temukan Gunting di Bak Mandi

Kasus Subang kian misterius termasuk kemana sosok banpol yang meminta Danu membersihkan TKP yang menemukan cutter serta gunting di bak mandi

Dokumentasi Danu
Ini dia sosok oknum banpol yang perintahkan Danu bersihkan TKP kasus Subang. 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang hingga hari ke 92 ini belum juga menunjukkan titik terang. Saksi-saksi kunci sudah dipanggil dan dimintai keterangan bahkan hingga beberapa kali harus memenuhi panggilan penyidik.

Fakta-fakta baru juga terus bermunculan usai dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi, namun kasus Subang ini belum juga bisa terungkap.

Terakhir, salah satu saksi kunci yakni Danu yang juga masih kerabat korban menyebut soal banpol.

Baca juga: KASUS SUBANG Yosef Seperti Kesambet setelah Ambil Barang dari TKP kata Yoris, Ini yang Terjadi

Banpol ini disebut Danu yang meminta pria ini masuk ke dalam tempat kejadian perkara usai penemuan mayat di Subang.

Bahkan Danu juga menyebutkan nama banpol tersebut.

Pada tanggal 19 Agustus 2021 sehari setelah kematian Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) terdapat kejadian dimana Danu yang menerobos garis polisi serta membersihkan bak mandi.

Kondisi rumah tempat ditemukan mayat Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang
Kondisi rumah tempat ditemukan mayat Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang ()

Dalam membersihkan bak mandi tersebut, Danu menemukan benda tajam seperti cutter dan juga gunting.

Terkait banpol ini, Dede Sunarya tokoh masyarakat di Subang sekaligus praktisi hukum turut menanggapi hal tersebut.

Baca juga: Pelaku Kasus Subang Masih Misteri, Ada Saksi Kunci Diduga Sembunyikan Sesuatu, untuk Kecoh Polisi?

"Kalo saya lihat disini kan ada pengakuan dari saksi D yah sudah mengakui bahwa dengan dia masuk dari TKP melakukan kegiatan-kegiatan itu disuruh oknum banpol," ucap Dede di Subang, Rabu (17/11/2021).

Dede mengatakan, agar tidak terjadi simpang siur terhadap pemberitaan terkait oknum banpol, seharusnya oknum banpol tersebut turut diperiksa oleh pihak kepolisian.

"Jika ini benar yah seharusnya si oknum banpolnya itu ikut juga dimintai keterangan, jadi diundang oleh polisi apa keterangan dari D itu bener atau enggak, karena ini benar atau tidaknya kan harus di sinkronkan dengan saksi lainnya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved