Sekda Cirebon Pastikan PTM Terbatas di Kota Cirebon Bakal Ditutup saat Terjadi Hal Ini
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, memastikan PTM terbatas bakal ditutup jika jumlah pelajar yang terpapar Covid-19 mencapai lebih dari lima persen
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, memastikan PTM terbatas bakal ditutup jika jumlah pelajar terpapar Covid-19 mencapai lebih dari lima persen.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan tes swab PCR acak terhadap para pelajar di 30 sekolah yang telah melaksanakan PTM terbatas sejak September 2021.
"Uji petiknya dimulai pada pekan ini, dan ditargetkan selesai dalam tiga pekan," kata Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (16/11/2021).
Baca juga: Buntut Temuan Kasus Covid-19, Ratusan Pelajar dari 30 Sekolah di Kota Cirebon Jalani Tes Swab Acak
Namun, ia menegaskan Pemkot Cirebon tidak menginginkan adanya penambahan pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon.
Karenanya, pihaknya berharap para pelajar yang menjalani tes swab PCR acak itu hasil pemeriksaan laboraturiumnya dinyatakan negatif Covid-19.
Pada pekan lalu, Pemkot Cirebon menemukan lima pelajar yang terpapar Covid-19 dari hasil tes swab acak terhadap 600 pelajar di enam sekolah.
"Dari hasil uji petik pertama positivity ratenya masih di bawah 1 persen sehingga PTM dilanjutkan, tapi kalau meningkat hingga 5 persen (PTM terbatas) akan ditutup," ujar Agus Mulyadi.
Sementara Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Bastijan, mengatakan, setiap harinya tes swab PCR acak tersebut digelar di dua sekolah.
Menurut dia, di tiap sekolah sampel yang diambil mencapai 10 persen dari total populasi pelajar yang mengikuti PTM terbatas dari mulai tingkat SD, SMP, dan SMA.
Baca juga: Yuk Vaksin, Ini Jadwal Lengkap Vaksinasi Covid-19 di Kota dan Kabupaten Cirebon 16 November 2021
Selain itu, uji petik juga dilakukan terhadap para pelajar dan santri di jenjang pendidikan madrasah hingga pondok pesantren se-Kota Udang.
"Rata-rata di tiap sekolah terdapat 100-an pelajar yang dilakukan tes swab PCR secara acak, sehingga totalnya 3000 pelajar dari 30 sekolah," kata Bastijan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelajar-saat-menjalani-pemeriksaan-tes-swab-pcr.jpg)