BUKAN KIAI, Jusuf Kalla Dimunculkan Jadi Calon Ketua PBNU, Dianggap Mampu Bawa NU Makin Maju

Muncul nama Jusuf Kalla dalam perebutan kursi Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dalam muktamar di Lampung.

Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/ISEP HERI HERDIANSAH
Jusuf Kalla saat penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jumat (1/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menjelang muktamar NU mencari pemimpin baru yang akan menahkodai organisasi Nahdatul Ulama, muncul nama Jusuf Kalla dalam bursa pemilihan Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

Nama Jusuf Kalla dimunculkan karena dianggap memiliki pengalaman beroganisasi yang kuat dan mampu membawa PBNU menjadi organisasi yang kuat dan maju.

Jika Jusuf Kalla benar-benar lolos dalam pencalonan Ketua PBNU, maka ini menjadi tradisi baru bahwa calon atau ketua terpilih bukan datang dari kalangan kiai.

Menjelang Muktamar NU di Lampung, selain Jusuf Kalla (JK) juga bermunculkan nama lain selain ketua incumben Said Aqil.

Baca juga: Ketika Jusuf Kalla Undang Taliban ke Indonesia, Ajak Keliling Pesantren di Jakarta Tunjukkan Ini

Nama Jusuf Kalla muncul  dari politisi Partai Demokrat Syahrial Nasution.

Syahrial adalah petinggi Demokrat yang kini menjabat Balitbang Partai yang didirikan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Jusuf Kalla saat ini juga merupakan salah satu tokoh NU.

JK duduk di dewan pertimbangan (Syuriah) di PBNU. Ia juga merupakan ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang membawa ratusan ribu masjid Indonesia.  

Selain itu, Jusuf Kalla adalah representasi tokoh bangsa dari Indonesia Timur.

Dalam bahasa Syahrial, JK punya syarat lengkap untuk memimpin organisasi Ulama yang lahir sejak 1926 itu.

“Pak Jusuf Kalla selain tokoh bangsa, tokoh nasional, tokoh Indonesia Timur, juga tokoh NU. Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dlm membesarkan organisasi," papar Syahrial sebagaimana dilihat KOMPAS.TV di akun twitternya, Minggu (13/11).

Syahrial merasa, jika NU ke depan dipimpin oleh JK, maka organisasi yang saat ini dipimpin oleh Said Aqil ini akan lebih besar lagi dan maju.

“Seandainya beliau berkenan memimpin NU ke depan, tentu makin membuat besar organisasi Nahdliyin,” tambahnya.

Munculnya nama Jusuf Kalla dalam percaturan calon ketua PBNU menambah daftar nama-nama calon alternatif ketua PBNU dalam gelaran forum tertinggi di organisasi NU itu.

Apalagi, saat ini tampaknya calon ketua PBNU mengerucut kedua nama saja yang mendapatkan dukungan dari sejumlah pengurus wilayah maupun cabung NU yang punya suara dalam Muktamar.

Nama itu adalah petahana Said Aqil dan Gus Yahya yang dianggap mewakili wacana regenerasi di tubuh NU.

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved