Kamis, 14 Mei 2026

Penemuan Mayat di Subang

KASUS SUBANG, Saling Lempar Bola Api, Yoris Bantah Pernah Dirukiah, Begini Cerita Menurut Versinya

Yoris (34) membantah pernah dirukiah karena memiliki sifat temperamental. Sebelumnya, Yosef (55) melalui pengacaranya mengatakan hal itu.

Tayang:
Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Yoris dan Danu bersama kuasa hukum saat akan meninggalkan Satreskrim Polres Subang setelah pemeriksaan kasus Subang, Rabu (10/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Yoris (34) membantah pernah dirukiah karena memiliki sifat temperamental. Sebelumnya, Yosef (55) melalui pengacaranya mengatakan hal itu.

Yoris merupakan anak pertama Yosef.

Keduanya berseteru di tengah bergulirnya kasus Subang, kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Jasad keduanya ditemukan di bagasi Alphard di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, rabu (18/8/2021).

Mengenai rukiah dikatakan kuasa hukum Yosef  yang diperiksa polisi ke-15 kali pada Selasa (9/11/2021) kemarin.

Pihak dari Yosef pun mengatakan pada 2018, Yoris sempat dirukiah dengan persetujuan Tuti Suhartini.

Menanggapi hal tersebut, Achmad Taufan, kuasa hukum Yoris, memberikan bantahan.

"Jadi begini, itu bukan rukiah. Itu juga sudah diluruskan. Yoris menyampaikan kepada kami bahwa itu bukan rukiah tapi hanya meluruskan permasalahan dengan Pak Yosef," ucap Taufan di Subang, Rabu (10/11/2021).

Menurut Taufan, adanya keadian itu merupakan suatu emosional antara anak dan ayah yang dinilai tidak akur, sehingga adanya mediasi.

"Artinya gini loh ada perasaan emosional lah antara Yoris dan bapaknya, kan gitu. Mungkin itu agenda mendadak untuk mendamaikan saja, begitu," katanya.

"Itu bukan rukiah. Tidak ada rukiah. Intinya itu hanya perdamaian saja," ucap Taufan.

Temperamental

Perkembangan kasus Subang terus menggelinding karena polisi belum juga mampu mengungkapnya. Pemeriksaan demi pemeriksaan terus dilakukan kepada mereka yang dekat dengan korban.

Namun, hingga kini, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved