Bandung Barat Kekurangan Truk Sampah, Truk yang Ada pun Sudah Tua
Pemkab Bandung Barat kini punya 38 kendaraan untuk mengangkut sampah di 10 kecamatan.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini masih kekurangan armada pengangkut sampah hingga menyebabkan pelayanan pun belum bisa optimal.
Mirisnya selain kekurangan armada, truk pengangkut sampah milik UPT Kebersihan KBB yang saat ini masih bisa digunakan juga sudah banyak yang kondisinya kurang baik, karena truk tersebut sudah tua atau keluaran lama.
Kepala UPT Kebersihan KBB, Nurjaman mengatakan, untuk saat ini pihaknya hanya memiliki 38 armada pengangkut sampah dengan rincian 30 unit truk dan 8 kendaraan kecil, sedangkan idealnya harus memiliki 50 unit truk untuk melayani pengangkutan sampah di 16 kecamatan di Bandung Barat.
"Sekarang kita baru punya 38 armada, tapi yang eksisting harus dihapus juga, terutama yang sudah tua-tua. Masa dipaksakan karena berat memperbaikinya. Idealnya 50 kendaraan itu normal untuk cakupan wilayah yang biasanya sekitar 50 ritase per hari," ujarnya di UPT Kebersihan KBB, Selasa (9/11/2021).
Akibat kekurangan armada pengangkut sampah itu, kata dia, hingga saat ini pelayanan pengangkutan sampah baru terlayani di 10 kecamatan saja, sedangkan untuk 6 kecamatan lainnya terutama di daerah selatan belum bisa terlayani.
Nurjaman mengatakan, dari 10 kecamatan yang sudah terlayani itu, produksi sampahnya mencapai 150 ton per hari. Sedangkan secara keseluruhan, jika ditambah dengan wilayah-wilayah yang belum terlayani bisa mencapai 650 ton per hari.
"Sebetulnya kalau dihitung jumlah penduduk di 16 kecamatan, eksisting ada di kisaran 650 ton per hari, tapi yang baru terlayani baru 150 ton per hari," kata Nurjaman.
Sementara untuk sisa sampah yang belum terlayani, terutama di daerah selatan seperti Kecamatan Gununghalu biasanya sampah tersebut dibakar dan ada juga yang ditimbun di dalam lobang.
"Daerah selatan yang belum terlayani, mungkin sampahnya dibakar. Kita tidak tahu, tapi yang penting kalau secara tradisional seharusnya gali lobang, bakar, lalu tutup lagi," ucapnya.
Untuk mengatasi kekurangan truk pengangkut sampah ini, kata Nurjaman, pihaknya sudah mengajukan penambahan pada tahun depan dengan jumlah 8 unit truk, tetapi itupun belum tentu disetujui.
"Kita mengajukan penambahan 8 truk, mudah-mudahan di-acc, tapi itu juga belum tentu dapat 8. Semoga ini diperhatikan karena bagi UPT, prihal pengangkutan ini sangat penting," kata Nurjaman.
Baca juga: Meski TPA Sarimukti Sudah Dibuka, Pelayanan Pengangkutan Sampah di Bandung Barat Belum Optimal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/truk-sampah-kbb.jpg)