Breaking News:

Masih Rawan Longsor, Tebing di Jalan Alternatif ke Objek Wisata Lembang Harus Dipasang TPT

Tebing setinggi 20 meter yang berada tepat di sisi jalan itu longsor, hingga menyebabkan akses jalan dari Parongpong, Cisarua, dan Kota Cimahi putus

Istimewa/ warga
Kondisi tebing di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Keramat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang longsor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tebing di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Keramat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengalami longsor harus dipasang tembok penahan tanah (TPT) untuk antisipasi terjadinya longsor susulan.

Seperti diketahui, tebing setinggi 20 meter yang berada tepat di sisi jalan itu longsor, pada Selasa (2/11/2021) malam hingga menyebabkan akses jalan dari Parongpong, Cisarua, dan Kota Cimahi maupun sebaliknya sempat terputus.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Duddy Prabowo mengatakan, pemasangan TPT di tebing tersebut harus dilakukan supaya akses jalan bisa dibuka normal, tanpa adanya buka tutup.

Baca juga: Sedang Gali Tanah, Galian Cadas Di Cicurug Sukabumi Longsor, Satu Orang Meninggal Tertimbun

"Untuk jangka panjang, di tebing tersebut harus dipasang TPT. Kita sudah mengajukan pembangunan (TPT) ke Pemprov Jabar mengingat jalannya berstatus milik provinsi," ujarnya saat dihubungi, Minggu (7/11/2021).

Menurutnya, jika tidak tebing tersebut tidak segera dibenahi, potensi longsor susulan tidak menutup kemungkinan, mengingat kondisi tanahnya masih sangat labil.

"Sementara ini kami bersama petugas gabungan sudah membersihkan material longsoran, menutup retakan tanah yang terjadi diatas tebing dan mengevakuasi penghuni satu rumah yang tinggal di atas tebing," kata Duddy.

Untuk sementara, tebing bekas longsoran ditutup dengan terpal guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan oleh beberapa orang petugas dari Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).

Anggota RPBL, Sukma mengatakan, pihaknya mengerahkan sekitar 16 orang untuk pemasangan terpal berukuran 6 x 8 meter di lokasi tebing longsor secara hati-hati karena area longsor memiliki kemiringan yang sangat curam dan licin.

"Sejauh ini hambatan di lokasi hanya faktor cuaca, hujan, kalau terpal tidak segera dipasang bisa rawan longsor susulan, benteng di pinggir area longsor juga dikhawatirkan ambruk. Mudah-mudahan bisa beres setengah hari," kata Sukma.

Baca juga: Rawan Longsor Susulan, Jalur Alternatif ke Objek Wisata Lembang Dilakukan Buka Tutup, Ini Lokasinya

Sementara itu, di sekitar tebing longsor masih ditemukan banyak retakan jalan yang membahayakan keselamatan pengguna kendaraan. Bahkan, sebagiannya terlihat mengalami amblas atau sudah tidak rata dengan permukaan jalan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved