MENGHARUKAN, 4 Anak Tasik yang Tiba-tiba Yatim Piatu Ditinggal Orang Tua Kini Harus Hidup Terpisah

Empat anak yang tiba-tiba menjadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal hampir bersamaan kini harus hidup terpisah.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Azil (12) dan Melinda (10) sedang bermain HP di rumah mereka, Jumat (5/11/2021) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Empat anak yang tiba-tiba menjadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal hampir bersamaan kini harus hidup terpisah.

Keempat anak itu adalah Muhammad Hadi Azilah Pratama alias Azil (12), Melinda Nurlaili Putri (10), Tazkiya Oktavia Putri Rustandi (3), dan Muhammad Zikra Aditya Pamungkas (8 bulan).

Mereka anak pasangan Dedi Rustandi (39) dan Wahyuning Tyas (32), warga Kampung Cijeruk Girang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Dedi meninggal karena komplikasi, Rabu (27/10/2021) dini hari.

Enam jam kemudian Wahyuningsih menyusul tanpa memiliki riwayat sakit.

Diduga Wahyuningsih kelelahan dan syok atas kepergian sang suami.

Menurut penuturan Dedeh Mudrikah (29), adik kandung Dedi, pihak keluarga menyepakati perawatan anak-anak diserahkan kepada paman dan bibi anak-anak.

Zikra sudah dibawa Kiki (28), adik kandung Wahyuning, ke Jawa Tengah.

Tazkiya dibawa Iis (42), kakak kandung Dedi, ke Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

"Azil dan Melinda masih berada di rumah. Namun nantinya akan saya bawa ke rumah saya di Cilamajang, masih di Kawalu," kata Dedeh.

Azil sendiri mengaku mau menerima keadaan harus berpisah dengan dua adiknya.

"Kalau tidak dibawa sama Bibi dan Uwa, kasihan nanti tidak ada yang ngurus. Saya sendiri nanti ikut Bi Dedeh bersama Melinda," ujar Azil.

Azil sebenarnya mengaku sedih, tapi mau bagaimana lagi demi masa depan adik-adiknya.

"Ya, asal nanti bisa bertemu. Satu tahun sekali juga tak apa. Yang penting bisa bertemu," ujar Azil.

Terkait hal itu, Dedeh menandaskan, pihak keluarga sudah tentu akan mengatur pertemuan keempat anak yatim piatu ini untuk melepas rindu.

"Tidak sampai satu tahu sekali, ya, kasihan atuh."

"Pokoknya diatur sesering mungkin, agar kedekatan di antara mereka pun tetap terjaga," kata Dedeh. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved