Selasa, 21 April 2026

Cuaca Ekstrim Pasokan Bahan Pangan Terhambat, Harga Kebutuhan Terancam Naik, Ini Kata Pemkot Bandung

Cuaca Ekstrim dan hujan yang cukup tinggi mengancam  ketersediaan pangan di Kota Bandung menipis. 

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Ilustrasi - Maman Suparman (45) seorang pedagang bahan pangan di Pasra Inpres Sumedang. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Cuaca Ekstrim dan hujan yang cukup tinggi mengancam  ketersediaan pangan di Kota Bandung menipis.  "Jika cuaca ekstrim berlangsung sampai dua atau tiga bulan ke depan, ada kemungkinan harga pangan naik tajam namun diharapkan tidak sampaii rawan pangan," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, di Balai Kota, Jumat (5/11).

Gin Gin mengatakan, hujan sepekan terakhir ini menyebabkan beberapa harga pangan segar beranjak naik. seperti harga cabe merah, cabe rawit dan sayuran.

Menurut Gin Gin, hujan yang terus menerus membuat kualitas pangan buruk dan untuk pangan yang sudah dipanen pun, jadi tidak bisa bertahan lama.

Baca juga: Pancaroba, BMKG Ingatkan Warga di Daerah Ini, Waspada Cuaca Ekstrim, Angin Kencang dan Hujan Es

"Butuh sinar matahari untuk mempertahankan kualitas pangan segar agar tetap baik. Tapi sekarang sinar matahari tidak ada sehingga sayuran cepat busuk," ujar Gin Gin.

Ditambah, hujan dan banjir membuat distribusi terhambat sehingga bahan pangan segar yang didatangkan dari luar kota Bandung  mengalami hambatan.

Selain distributor terhambat, di musim hujan ini banyak petani yang menunda masa tanam seperti padi, bawang dan cabe sehingga khawatir stok berkurang.

Baca juga: Warga Harus Tahu, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrim, Kekeringan Meteorologis, Status Awas- Siaga

Gin Gin,  memgatakan, biasanya para distributor menyimpan cadangan untuk stok jika terjadi kelangkaan, m bisa dikeluarkan. 

Menurut Gin Gin terhambatnya pasukan pangan tidak membuat kekurangan karena daya beli masyarakat juga belum kembali normal pasca pandeni selama dua tahun.  

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, diantaranya, cabe rawit, cabe merah dan telur ayam ras. 

Baca juga: VIDEO Melihat Penggemukan Bebek Bule, Kosasih Kelimpungan Hadapi Cuaca Ekstrim

"Kenaikan terbesar dialami tekur ayam ras. Yang sebelumnya Rp 19 ribu per kilogram, smenjadi Rp22 ribu per kilogram," ujar Gin Gin.

Sedangkan untuk bawang merah dan bawang putih masih stabil di Rp27 ribu per kilogram. 

Tomat dan wortel Rp 9500 per kilogram. Sedangkan harga daging ayam turun dari Ro33 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved