Selasa, 5 Mei 2026

GoFood Bantu Usaha UMKM 'Hidden Gems' di Tengah Pandemi Covid-19

Terletak di dalam gang dan di dalam pasar, dua kuliner diburu oleh pembeli.

Tayang:
Tribun Jabar/Putri Puspita
Berada di gang kecil, Seblak Teh Ida menjadi favorit bagi pelanggan untuk dipesan di Gofood. 

Di awal menjual seblak, Dida mengatakan pembelinya kebanyakan berasal dari kalangan anak sekolah di sekitarnya.

Bahkan kata Dida, para pelajar itu bisa membeli hingga 32 bungkus yang biasanya dipesan untuk satu kelas.

Hadirnya Pandemi Covid-19, membuat kegiatan pembelajaran di sekolah harus beralih dilakukan secara virtual dan dilakukan  dari rumah.

Hal ini pun mempengaruhi penjualan seblak cobeknya yang dulu banyak diburu oleh para pelajar.

Untuk mempertahankan penjualannya di situasi yang serba terbatas, Dida pun bergabung dengan Gojek dan pembelinya  pun melejit pesat.

"Alhamdulillah penjualan meningkat lebih dari 100 persen malah," ucapnya sambil tersenyum.

Meskipun pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jalan Braga adalah salah satu lokasi yang harus menjalani aturan buka tutup karena berada di pusat kota yang selalu ramai oleh kuliner dan wisatawan.

"Dalam sehari saya bisa menjual 350 porsi dan saya selalu mengutamakan pesanan dari Go-Food karena kasian kalau mereka nunggu lama, pasti mereka harus cari pesanan lain," ujarnya.

Oleh karena itu pengantar makanan dari GoFood yang datang ke Seblak Cobek Teh Ida, biasanya tidak perlu menunggu lama. Mereka bisa langsung datang dan mengambil makanan secara langsung.

Rameninpo yang berada di Pasar Kosambi, Hallway Space.
Rameninpo yang berada di Pasar Kosambi, Hallway Space. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Berada di lokasi yang sulit dijangkau dan tersendat karena aturan PPKM tidak boleh dine-in atau makan di tempat pun dirasakan oleh Rameninpo.

Kuliner ramen yang berada di dalam Pasar Kosambi, tepatnya di Hallway Space ini baru saja buka di masa pandemi.

Founder Rameninpo, Fajar M Iqbal mengatakan, adanya aturan tidak boleh dine-in tentu membuatnya kehilangan banyak pelanggan.

“Pendapatan kita turun 60-70 persen karena mindset orang berpikir kalau makan ramen itu enaknya di lokasi ,” ujar Fajar saat ditemui di Hallway Space.

Supaya ramen bisa dinikmati dari rumah, Rameninpo pun mengemas ramen dengan  kemasan yang lebih menarik, aman, tanpa mengurangi kualitas rasa dari ramen tersebut.

Namun dengan memanfaatkan layanan GoFood, Rameninpo bisa bertahan dengan pembeli yang memesan dari rumah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved