Pemprov Jabar dan BSN Percepat Standarisasi Produk UMKM, Target 181 UMKM Dibina BSN
Pemprov Jabar dan BSN mempercepat standarisasi produk UMKM. BSN menargetkan membina 181 UMKM.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah berupaya mempercepat standardisasi produk-produk UMKM di Jawa Barat melalui percepatan proses penerbitan SNI (Standar Nasional Indonesia).
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas atau mutu produk-produk UMKM di Jawa Barat.
Kepala BSN, Kukuh S Achmad dalam pembukaan Bulan Mutu Nasional (BMN) di The Trans Luxury Bandung, menyerahkan sertifikat SNI kepada 13 UMKM Jawa Barat.
Juga dilakukan penyerahan sertifikat akreditasi kepada 11 Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) di Jawa Barat, serta melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara BSN dengan 9 perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
"UMKM yang langsung dibina BSN sekitar 820-an. Kami lakukan pembinaan bentuk role model. Selama lima tahun, kami berharap ada 181 UMKM di Jabar yang kami bina, ini menjadi contoh bagi UMKM lain," katanya di sela Peringatan Bulan Mutu Nasional dan Seminar Nasional Standardisasi di Bandung, Rabu (3/11/2021).
Kukuh mengatakan karena organisasinya tidak terlalu besar, pihaknya berkolaborasi dengan Pemprov Jabar untuk melakukan pembinaan para pelaku usaha yang mendapatkan SNI untuk menjadi role model bagi pelaku usaha yang lain.
Untuk memfasilitasi para pelaku usaha mengajukan proses SNI, pihaknya bahkan sudah membuka kantor layanan teknis sebagai hub atau penghubung UMKM di Jawa Barat yang memerlukan informasi dan pendampingan.
Untuk mempermudah pelaku usaha, pihaknya bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mempercepat layanan penerbitan SNI lewat daring atau online single submission (OSS).
“Mereka langsung kami berikan hak untuk menggunakan tanda SNI bina UMKM. Sampai akhir Oktober, sejak program itu diluncurkan sudah ada 7.000 pendaftar di situ sudah mempunyai hak memiliki tanda SNI bina UMKM. Tidak dikenakan biaya. Gratis, pendaftar ini banyak dari sektor pangan,” tuturnya.
Menurutnya mereka yang sudah mengantongi SNI bina UMKM ini akan terus dibina pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
SNI sendiri penting bagi perlindungan konsumen dan dunia usaha dari aspek kesehatan, keselamatan dan keamanan.
“Ini juga untuk meningkatkan daya saing produk kita, baik domestik maupun global,” kata Kukuh.
Kukuh mengatakan karena produk-produk ini berasal dari daerah, maka pihaknya wajib menggandeng pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kolaborasi dengan Pemprov Jabar menurutnya dibuktikan dengan keberhasilan UMKM mengantongi tanda SNI.
“Karena itu peringatan Bulan Mutu Nasional kita pusatkan di Jawa Barat, di Bandung,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wagub-jabar-buka-peringatan-bulan-mutu-nasional.jpg)