Breaking News:

Ada Fosil Hingga Jejak Manusia Purba, Kawasan Rajamandala Diajukan Jadi Geopark Nasional

Pemkab Bandung Barat akan mengajukan kawasan Rajamandala menjadi geopark nasional.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribunjabar/Nandri Prilatama
Balai Arkeolog Bandung melakukan kegiatan eskavasi lanjutan di Goa Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Sabtu (11/5/2019). Kawasan ini akan masuk Geopark Rajamandala. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengajukan Kawasan Rajamandala menjadi geopark nasional agar warisan geologi di daerah tersebut bisa tetap terjaga.

Untuk itu Pemkab Bandung Barat juga bakal segera menyusun masterplan atau cetak biru Geopark Rajamandala sebagai syarat pengajuan geopark tingkat nasional pada akhir tahun 2021 ini dengan melibatkan beberapa ahli dari berbagai disiplin ilmu. 

"Kajiannya sudah kami buat dan pada akhir tahun 2021 ini kita akan bikin masterplan Geopark Rajamandala," ujar Kepala Bidang Pariwisata, Disparbud Bandung Barat, David Oot, Minggu (31/10/2021).

Pengajuan Geopark Rajamandala itu, kata David, akan dilakukan secara bertahap mulai dari geopark tingkat nasional hingga tingkat global seperti di Celetuh, Sukabumi.

"Fokus pemerintah saat ini menyusun zona konservasi di tiap geosite yang ada. Geopark ada zona konservasi yang harus kita jaga bersama di sana," kata David.

Untuk sarana prasarana, kata dia, nantinya akan dibuat di zona bupper atau zona pendukung, apalagi geopark ini ada keterkaitan dengan geodiversity, biodiversity dan cultural diversity yang harus tetap diamankan.

Ia mengatakan, kawasan Geopark Rajamandala tersebut bakal meliputi empat kecamatan yaitu, Padalarang, Cipatat, Saguling, dan Cipongkor karena di dalamnya sudah terdapat terdapat geosite yang saat ini mulai dikembangkan, seperti surga fosil di Sirtwo Island, dan jejak manusia purba di Guha Pawon. 

Kemudian, ada pula jejak cekungan Bandung Purba di Stone Garden, Tebing Hawu, Tebing 125, Pabeasan, Curug Halimun, Sanghyang Heuleut, Sanghyang Tikoro, Sanghyang Poek, Sanghyang Kenit dan Cikahuripan.

"Saat ini beberapa geosite sudah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan. Apalagi dengan penemuan fosil, ini bisa nilai lebih," ucapnya.

Baca juga: Lokasi Penemuan Fosil di Waduk Saguling Diproyeksikan Masuk Kawasan Terpadu Geopark Rajamandala

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved