Selasa, 21 April 2026

Ada Sinyal Pemberangkatan Ibadah Umrah Kembali Dibuka, Kemenag Minta Masyarakat Siapkan Kondisi Ini

Sinyal diperbolehkannya kembali pemberangkatan jemaah umrah, dari Indonesia ke Arab Saudi sudah ada dan tinggal menunggu waktunya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji Kemenang RI, Arsyad Hidayat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sinyal diperbolehkannya kembali pemberangkatan jemaah umrah, dari Indonesia ke Arab Saudi sudah ada dan tinggal menunggu waktunya.

Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji Kemenang RI,  Arsyad Hidayat, memaparkan, untuk kepastian pemberangkatan jemaah umrah, menunggu dulu larangan penerbangan jemaah umroh dari Indonesia ke Arab Saudi

"Tapi sinyalemen itu sudah jelas, dari rilis Menteri Luar Negeri, ada juga surat pemberitahuan dari Pemerintah Arab Saudi bahwa Indonesia akan kembali memberangkatkan, tinggal menunggu waktunya," ujar Arsyad, setelah acara Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Provinsi Jawa Barat  2021, di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (29/10/2021).

Arsyad mengatakan, prinsipnya semua harus disiapkan, kalau seandainya itu betul diumumkan diperbolehkan memberangkatkan ibadah umrah kembali harus siap.

"Karena kondisinya berbeda dengan kondisi normal yang tak ada persyaratan yang harus dipenuhi. Tapi sekarang kan misal harus vaksin, harus ada dikarantina dulu dan lainnya," kata Arsyad.

Hal tersebut, kata Arsyad, harus  dipersipakan, seandainya nanti dibuka kembali, jadi tinggal jalan.  

"Belum tahu kapan waktunya, tapi sudah ada sinyal, harapannya  dalam waktu dekat," katanya.

Arsyad memaparkan, sedangkan untuk jamaah haji di Jabar yang dibatalkan pemberangkatannya tahun 2021, sesuai kuota pemberangkatan jemaah haji setiap tahunnya.

"Setiap tahunnya sekitar 37 ribu jamaah haji," katanya.

Untuk pemberangkatan, kata Arsyad tetap menggunakan sistem siapa mendaftar duluan akan diprioritaskan berangkat.  

"Mungkin nanti ada prioritas lagi kemanusiaan, seperti lansia dan lainnya. Tapi prinsip utamanya, siapa daftar duluan yang diprioritaskan, supaya lebih memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," katanya.

Kalau ibadah umroh dibuka di akhir 2021 atau 2022, kata Arsyad itu sinyal bagus untuk pemberangkatan ibadah haji.

"Ada semacam prediksi kalau umroh di akhir 2021 atau 2022 dibuka, ini juga sinyal bagus untuk pemberangkatan haji di 2022," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved