Breaking News:

Musim Hujan, Sayuran Brokoli Tak Laku Karena Ada Bercak Hitam, Petani di Cianjur Merugi

Hujan yang turun sangat berdampak kepada tingkat penghasilan atau produksi panen, terlebih petani yang sedang menanam sayuran jenis brokoli

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Petani brokoli di Kebun Blok Gunungputri, Sukatani Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Musim hujan ternyata tak selalu membawa nasib baik bagi petani Cianjur. Seperti halnya petani holtikultura di blok Gunung putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur yang mengaku resah karena hujan mulai turun setiap hari.

Hujan yang turun menurut para petani holtikultura sangat berdampak kepada tingkat penghasilan atau produksi panen, terlebih petani yang sedang menanam sayuran jenis brokoli kualitasnya di atas buahnya terdapat bercak hitam sehingga tak laku dijual.

"Giliran harga naik, eh kualitas brokolinya sekarang ini banyak yang hitam karena diguyur hujan terus," kata Badru (50), petani asal Gunung putri, Kamis (27/10/2021).

Baca juga: Longsor Setinggi 12 Meter di Sukabumi, Timbun Lahan Pertanian 3 Rumah Warga Terancam Tanah Longsor

Badru mengatakan, jika sudah mulai musim hujan, sayuran jenis brokoli yang ia tanam akan mengalami kerugian sehingga sangat berdampak pada penghasilan.

"Tentunya sangat berdampak pada hasil, baik itu dari sisi timbangan dan juga penghasilan atau pendapatan," katanya.

Seorang petani lainnya, Adin (28), mengatakan tak semua harga sayuran saat ini mengalami kenaikan. Seperti jenis sawi, saat ini harganya di bawah seribu rupiah per kilo dari petaninya.

Namun ada beberapa jenis sayuran yang saat ini harganya lagi naik seperti salada keriting dari yang tadinya standar kini merangkak Rp 50 ribu per kantong plastik ukuran tujuh atau delapan kilogram.

"Tapi, saya juga sekarang mau panen sawi putih, kurang lebih 10 ton lagi. Karena usianya tak memadai, sehingga sawi pun terancam dibuang begitu saja," katanya.

Staf UPTD Pasar Cipanas Ajat Supriadi mengatakan, tidak ada yang signifikan untuk harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Cipanas saat ini.

Hujan Semalaman, Jalan Desa di Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya Longsor, Akses Terputus

"Untuk harga sembako di Pasar Cipanas saat ini cenderung masih normal, seperti harga telur saat ini Rp 19 hingga Rp 20 ribu perkilogramnya," kata Ajat.

Ajat mengatakan, yang ada saat ini menurunnya tingkat daya beli warga ke pasar Cipanas. Hal tersebut lantaran disebabkan faktor ekonomi yang masih lemah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved