Selasa, 28 April 2026

Penemuan Mayat di Subang

Keponakan Tuti Suhartini, Danu Lagi-lagi Dipanggil Polisi, Kali Ini Dimintai Keterangan soal Apa?

Danu sendiri merupakan keponakan dari Tuti Suhartini (55) yang menjadi salah satu korban perampasan nyawa.

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Muhammad Ramdanu (21) salah seorang saksi yang sempat disebut memiliki akses keluar-masuk dari rumah korban prampasan nyawa di Subang. 

Warung nasi goreng yang ditujunya adalah warung 24 jam dan lokasinya tak jauh dari rumah Tuti yang menjadi tempat kejadian perkara pembunuhan.

"Menurut kesaksian Danu, disaksikan Pak Kades dan tim, jam 3 kurang 5, dia keluar rumah," ucap Ki Anom, mengutip keterangan Danu.

"Dia keluar rumah dengan niatan ingin membeli nasi goreng karena lapar," tambah Ki Anom mengutip pengakuan Danu.

Indra Zainal dan Danu. Danu mengaku melihat dua sosok mencurigakan di dekat rumah Tuti pukul 03.00 dini hari. Orang itu dikenalnya.
Indra Zainal dan Danu. Danu mengaku melihat dua sosok mencurigakan di dekat rumah Tuti pukul 03.00 dini hari. Orang itu dikenalnya. (Tribunnewsbogor.com/YouTube Tribunnews/Tribun Jabar)

Ternyata tukang nasi gorengnya sudah tutup, sehingga Danu pun kembali pulang ke rumah.

Saat perjalanan pulang, Danu mengaku melihat laki-laki dan perempuan sekitar 25 meter sebelum dia melewati rumah Tuti.

Kepada Ki Anom, Danu mengaku tahu siapa kedua sosok tersebut.

"Danu kemudian memutarbalikkan motor hampir 20-25 meter ke arah TKP. Dan di situ Danu mengutakan, kalau dia melihat sosok wanita dan laki-laki dan jelas melihat siapa orang tersebut," ujar Danu yang dikutip ulang Ki Anom.

"Itu pas malam kejadian, pas tanggal 18," tambah Ki Anom.

Disebutkan Danu kepada Ki Anom dan Kades Jalan Cagak, kedua orang itu berumur sekira 25 tahun.

"Dia melihat sosok perempuan dan laki-laki umur 25 tahunan," ucap Ki Anom mengutip pengakuan Danu.

Ketika memberikan pengakuan ini, Danu sampai rela bersumpah di depan Ki Anom dan Kades Jalan Cagak.

"Danu bersumpah kepada kami, demi Allah, kalau dia melihatnya. Tidak ada tekanan sama sekali dari kami dan Pak Kades," ucap Ki Anom.

Setelah itu, Danu pun kembali pulang ke rumah, mencoba untuk tak memikirkan kejadian tersebut.

"Danu kemudian pulang ke rumah, dengan tidak memikirkan itu siapa dan tujuannya apa. Karena mungkin saking polosnya," ucap Ki Anom menjelaskan pengakuan Danu.

Setiba pulang ke rumah, Danu pun main game online sampai pukul 06.00 pagi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved