Penemuan Mayat di Subang
Keponakan Tuti Suhartini, Danu Lagi-lagi Dipanggil Polisi, Kali Ini Dimintai Keterangan soal Apa?
Danu sendiri merupakan keponakan dari Tuti Suhartini (55) yang menjadi salah satu korban perampasan nyawa.
Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Ravianto
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pihak kepolisian kembali memanggil saksi kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
Saksi tersebut yakni Muhamad Ramdanu alias Danu (21).
Danu merupakan keponakan Tuti Suhartini (55) salah satu korban perampasan nyawa di Subang selain Amalia Mustika Ratu.
Menurut Heri Susanto tim kuasa hukum Danu mengatakan, tujuan kembali pemanggilan terhadap Danu untuk kembali dimintai keterangan oleh pihak penyidik.
"Hari ini kami mendampingi Danu, kemarin mendapatkan undangan dari penyidik di Satreskrim Polres Subang, jadi kami mendampingi Danu untuk pemeriksaan lanjutan," ucap Heri di Polres Subang, Kamis (28/10/2021).
Heri mengatakan, Danu menjalankan pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB tadi pagi.
"Iya jadwalnya tadi tapi jam 10, sebelumnya kami minta diundur jam 2 siang tapi jadinya tetap jam 10," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian sudah berusaha keras untuk mengungkap kasus dari kematian Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) yang terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu.
Kesaksian Danu Cocok dengan Pengakuan Istri Yoris
Saksi kunci kasus perampasan nyawa di Subang, Muhammad Ramdanu atau Danu mengungkapkan fakta terbaru terkait meninggalnya Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu atau kasus Subang.
Danu mengaku melihat dua orang, laki-laki dan perempuan menjelang subuh sebelum ditemukannya jenazah Tuti dan Amalia di bagasi mobil mereka di Dusun Ciseuti, Subang, 18 Agustus 2021 silam.
Pengakuan Danu mengenai kasus pembunuhan ibu dan anak di subang ini dia ungkapkan di channel Youtube Ki Anom Al Aziz.
Dalam perbincangannya di channel tersebut, Danu membeberkan apa yang terjadi di malam sebelum Tuti dan Amalia ditemukan meninggal mengenaskan.
Saat itu, Danu mengaku akan membeli nasi goreng dan jamnya menurut dia adalah Rabu (18/8/2021) pukul 03:00 WIB atau beberapa jam sebelum Tuti dan Amalia ditemukan meninggal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/muhammad-ramdanu-21-salah-seorang-saksi-yang.jpg)