Breaking News:

Kisah Pelaku Usaha Ekspor Impor Terdampak Pandemi, Beralih Buka Cafe dan Jual Kopi Bubuk Kemasan

Terdampak pandemi Covid-19 tak membuat patah semangat pelaku usaha untuk melakukan perubahan untuk tetap bertahan

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
CMO Rich Bean Resto dan Coffee Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia pada awal bulan Maret 2020. Sejak adanya kasus Corona Virus tersebut, pemerintah langsung melakukan sejumlah pembatasan.

Tak sampai sebulan, dampak pembatasan sangat dirasakan oleh banyak orang termasuk para pelaku usaha.

Kondisi ini juga sempat dialami oleh Toat Sukmana, CMO Rich Bean Resto dan Coffee Bandung.

Pada saat penemuan kasus pertama di Indonesia, saat itulah ia baru saja membuka usahanya yang bergerak dibidang ekspor impor biji kopi.

Baca juga: Penggemar Kopi Wajib Tahu, Nikmatnya Aroma dan Rasa Kopi Ciwidey di Rich Bean Coffe

"Ekspor impor juga terhenti saat itu, hanya barang tertentu yang masih berjalan normal. Kopi termasuk yang dihentikan dulu," katanya di Jalan Karawitan Bandung, belum lama ini.

Ia mengaku sempat bingung karena sudah menampung hasil panen kopi lokal dari petani yang jumlahnya cukup banyak, namun adanya pandemi Covid-19, kopi-kopi tersebut hanya menumpuk di tempat penyimpanan karena aktivitas ekspor import dihentikan sementar.

Akhirnya, owner dan tim memutuskan untuk cara agar kopi-kopi yang sudah mempuk ini bisa terjual ke konsumen dengan cara membubukan biji-biji kopi ini.

Kopi bubuk ini akhirnya diolah dan dikemas secara menarik termasuk melakukan inovasi produk agar kopi ini berbeda dan bisa diterima konsumen terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Sajian minuman berbahan dasar kopi di Rich Bean Coffe Bandung
Sajian minuman berbahan dasar kopi di Rich Bean Coffe Bandung (dok Rich Bean Coffe)

"Kopi kita kemas menjadi beberapa produk, diantaranya ada kopi celup dan kopi diet, Alhamdulilah kopi kami bisa diterima oleh konsumen," katanya.

Tak hanya itu, di tengah pandemi Covid-19, owner juga peruntungan dengan membuka cafe di Bandung.

Menurut Manager Rich Bean Resto dan Café , Arif Rachman, membuka cafe di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan sendiri.

Baca juga: Ini 5 Cara Menikmati Kopi Paling Mantap Ala Barista Indramayu, Jangan Gunakan Gula

"Banyak pembatasan saat awal pandemi, cafe tak boleh buka, setelah boleh dibuka, hanya boleh take away dan tak boleh terima pengunjung. Setelah ada pelonggaran kembali, ada pembatasan jumlah pengunjung serta aturan lainnya. Ini benar-benar tantangan buat kami yang baru membuka usaha," katanya.

Namun dengan keyakinan serta optimis pandemi Covid-19 akan teratasi, semua usaha tetap berjalan, termasuk cafe yang menyediakan kopi lokal Ciwidey ini juga banyak digemari.

"Karena kita punya ciri khas, selain itu, pengawasan produk juga sangat diperhatikan dari hulu hingga hilir. Kuncinya salah satunya adalah kita tetap optimis, selalu berinivasi dan memberikan yang terbaik untuk konsumen," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved