Rabu, 10 Juni 2026

22 Sekolah di Kota Bandung Ditutup Lantaran Ada Penularan Covid-19

Penularan diketahui setelah Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan tes PCR acak terhadap ribuan murid dan guru di sejumlah sekolah.

Tayang:
Istimewa/Dok Humas Disdik Kota Bandung
Data 14 sekolah di Kota Bandung yang kembali menggelar PJJ, karena ditemukannya siswa/guru yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Jumlah sekolah yang terpaksa harus kembali menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Bandung kembali bertambah.

Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di sekolah-sekolah tersebut terpaksa kembali dihentikan menyusul terjadinya penularan Covid-19 terhadap sejumlah guru dan murid.

Penularan diketahui setelah Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan tes PCR acak terhadap ribuan murid dan guru di sejumlah sekolah.

"Sampai pukul 14.00 tadi, sekolah yang ditutup sudah sebanyak 22 sekolah. PTM-nya dihentikan. Di 33 sekolah lainnya, penghentian PTM hanya satu kelas rombongan belajar. Di 40 sekolah lainnya tidak ada kasus Covid," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Bandung Cucu Sahputra kepada Tribun melalui sambungan telepon, Selasa (26/10/2021). 

Cucu mengatakan, dari 5.993 sampel swab tes di lingkungan sekolah di Kota Bandung, sebanyak 3 persen di antaranya dinyatakan positif terpapar Covid-19. 

"Jadi yang dinyatakan positif Covid-19 ada sebanyak 117 orang, terdiri dari 103 siswa dan 14 guru," ujar Cucu.

Baca juga: Sekolah di Kota Bandung yang Hentikan PTM Bertambah, Bila Nekat Gelar PTM, Kepsek Bisa Dicopot

Cucu mengatakan, sejauh swab acak baru dilaksanakan di 157 sekolah.  "Rencananya, swab acak akan kami lakukan di 212 sekolah di Kota Bandung," ujar Cucu.

Cucu menegaskan, sekolah yang ditutup sementara harus kembali menggelar PJJ. Selama penutupan, PTMT tak boleh dilakukan dengan alasan apa pun.

"Jika ada yang melanggar, kepala sekolahnya diberhentikan," ujarnya.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya mengatakan, keputusan PJJ dan PTM  sejatinya merupakan keputusan yang dilematis.

Menurut Edwin  sejak belajar di rumah kemampuan anak menurun, sehingga banyak pihak mendorong PTMT dilakukan.

Memutuskan menggelar PTMT saat pandemi masih terjadi, ujarnya, juga mengandung risiko, terutama jika semua pihak yang terlibat tidak disiplin dan pengawasannya tak berjalan dengan baik.

"Saya yakin masih banyak di sekolah yang tidak melakukan prokes ketat, tidak pakai masker, tidak cek suhu. Makanya  saat  PTMT masih ada yang positif dan menyebar," ujarnya.

Baca juga: Puluhan Siswa Positif Covid-19, 14 Sekolah di Kota Bandung Belajar Jarak Jauh Lagi, Ini Daftarnya

Klaster Keluarga

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan pemerintah akan terus memastikan kesehatan dan keselamatan peserta didik yang tengah melaksanakan PTMT.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved