Setelah Setahun Ketakutan, Lansia di Majalengka Ini Akhirnya Ikut Vaksinasi: Nggak Sakit, tapi . . .

Keikutsertaan Oyah menjadi salah satu peserta vaksinasi juga tak ada yang memaksa, melainkan keinginannya sendiri.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Oyah (50), warga Desa/Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ikut vaksinasi Covid-19 massal di kantor desa setempat, Selasa (26/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Sudah hampir satu tahun Oyah (50) mendengar adanya vaksinasi Covid-19.

Bahkan, hingga pandemi tengah berusia dua tahun ini, perempuan lanjut usia (lansia) tersebut sudah menerima berbagai informasi tentang vaksinasi.

Termasuk akibat setelah menerima vaksin.

"Katanya kalau lansia tidak boleh divaksin karena tubuhnya sudah lemah, cepat meninggal begitu," ujar Oyah saat ditemui di Balai Desa Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, dalam gelaran vaksinasi, Selasa (26/10/2021).

Kendati demikian, ada berita baik juga yang didengar oleh Oyah.

Setelah mengikut vaksinasi Covid-19, ada juga yang tidak mengalami gejala apa pun.

Lalu, ada yang mengantuk hingga cepat lapar dan kebal dari virus corona.

Termasuk informasi lain yang belum diketahui kebenarannya.

Beragam kabar ini didapatkan perempuan paruh baya asal Blok Selasa desa setempat dari berbagai sumber.

Mulai dari cerita para tetangga, media televisi, hingga sumber lainnya.

Kabar tersebut membuat perempuan yang berprofesi sebagai petani itu bernyali ciut.

Apalagi, ia takut dengan jarum suntik dan darah.

Ketakutannya makin bertambah setelah mengetahui, orang seusianya bakal menjadi kategori masyarakat yang menerima vaksin.

Oleh karena itu, mengetahui kategori lansia sudah mulai menerima vaksin, Oyah bergeming.

Jangankan mau mengunjungi gerai-gerai vaksin, saat adanya informasi adanya vaksinasi digelar di puskesmas setempat, ia enggan datang.

"Waktu awal-awal usia saya boleh divaksin, saya sama sekali tidak mau. Takut jarum, juga takut kenapa-kenapa gitu," ucapnya.

Namun, rasa ketakutan Oyah pelan-pelan mulai berasa pudar.

Selain karena ia sudah banyak mendengarkan dan menerima kabar manfaat vaksin, pihak-pihak dari perangkat desa juga selalu memberikan informasi pentingnya vaksinasi Covid-19.

Ditunjang lagi dengan kabar bahwa jika hendak melakukan pengurusan administrasi di mana pun atau bepergian, harus menunjukkan kartu vaksin.

"Tapi sekarang mah alhamdulilah katanya penting vaksin itu," jelas dia.

Selasa (26/10/2021), Oyah pun akhirnya memutuskan untuk vaksinasi Covid-19.

Keikutsertaan Oyah menjadi salah satu peserta vaksinasi juga tak ada yang memaksa, melainkan keinginannya sendiri.

Oyah memanfaatkan kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan di Balai Desa Jatiwangi di lingkungan ia tinggal.

Oyah tak sendiri, bersama para tetangganya, mereka mendatangi gerai vaksinasi yang telah disiapkan oleh tim vaksinator dari Puskesmas Jatiwangi.

Sejak pukul 08.00 WIB, Oyah sudah berada di halaman balai desa.

Sebelumnya, ia juga telah mempersiapkan diri untuk divaksin dengan sarapan terlebih dahulu.

Di tempat ini, Oyah antre sekitar 30 menit.

Ada beberapa tahapan yang ia lewati, seperti pendaftaran, skrining, vaksinasi, pencatatan, dan observasi.

Oyah mengaku tidak mendapatkan kendala apa pun saat jarum suntik masuk ke lengan kirinya.

Ia melaluinya dengan santai.

Saat namanya dipanggil, Oyah menghadapinya dengan rileks.

"Nggak sakit sih, tapi terasa pas jarumnya nusuk saja," katanya.

Setelah itu, Oyah tidak merasakan hal-hal aneh hingga masa observasi selama 30 menit usai dijalani.

Karena sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dengan baik, Oyah mengajak kepada masyarakat, khususnya seusianya, untuk tidak takut menerima vaksinasi.

Terlebih, ia juga mengajak masyarakat membantu pemerintah terkait cakupan vaksinasi lansia yang masih rendah.

"Jika kita patuhi protokol kesehatan, insyaallah jauh dari Covid-19," ujarnya.

Menurut data Dinas Kesehatan Majalengka per Selasa (26/10/2021) ini, cakupan vaksinasi lansia memang menjadi salah satu yang terendah.

Tercatat, baru 24 ribu orang atau 19 persen di dosis pertama para lansia di Majalengka mendapatkan vaksinasi.

Untuk dosis kedua baru 10.650 orang atau 8 persen lansia yang divaksin dari target sasaran 126.633 orang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved