Wagub Uu Dorong Pesantren Mandiri Ekonomi, Pemprov Beri Pelatihan dan Modalnya
Pemda Provinsi Jawa Barat menjalankan program penyediaan modal, pendidikan dan pembinaan, serta berkolaborasi dengan beberapa instansi.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pihaknya yakin UMKM Jabar secara pasar sangat prospektif mengingat jumlahnya yang mencapai lima juta unit usaha.
Salah satu cara mengembangkan UMKM adalah dengan mempermudah perizinan dan sertifikasi halal. Cara lain yaitu dengan memperkuat UMKM baik dari segi kapasitas produk, menajemen, skill, dan pemasaran.
Kemudian, kata Wagub, Pemda Provinsi Jawa Barat menjalankan program penyediaan modal, pendidikan dan pembinaan, serta berkolaborasi dengan beberapa instansi.
Salah satu yang saat ini sedang berjalan adalah One Pesantren One Product (OPOP) untuk mengembangkan UMKM berbasis pesantren dan masyarakat sekitar. Diketahui, pondok pesantren banyak terdapat di perdesaan.
"Pandemi membuat ekonomi anjlok, namun pelan-pepan sudah terlihat membaik. Kami mendorong UMKM di daerah melalui pemberian modal, pelatihan dan kolaborasi dengan pihak lain. Kami sosialisasikan kemudahan ini kepada masyarakat," ujarnya pada hari kedua WJIS di Hotel Homan Bandung, Jumat (22/10/2021).
Baca juga: Pemkot Gelar Acara Bandung Seuhah, Upaya untuk Pulihkan Ekonomi Pelaku UMKM Kuliner
Sejak diluncurkan pada 2019, program One Pesantren One Product (OPOP) sudah menyentuh lebih dari 2.500 pesantren.
Program OPOP akan terus berlangsung secara bertahap untuk mendorong kemandirian pesantren.
Pada 2021, sebanyak 1.329 pesantren di Jabar mengikuti audisi tahap I OPOP 2021. Dalam audisi tahap I, perwakilan pesantren akan memaparkan program usaha yang sudah berjalan di pesantrennya kepada tim juri. Ada dua kategori usaha, yakni start up dan scale up.
Selain bantuan keuangan, pesantren yang tergabung dalam OPOP akan mendapatkan peningkatkan wawasan dan pengetahuan, serta pendampingan usaha. Hal itu diberikan agar pesantren dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.
Lalu Pemprov Jabar juga akan melakukan seleksi kepada peserta, dipilih yang terbaik dan akan mendapat tambahan modal untuk pengembangan usahanyam
Produk pesantren yang dihadirkan sangat beragam. Mulai dari makanan, minuman, fashion, sampai pertanian. Tidak hanya mendorong pesantren memiliki kemandirian ekonomi, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar lingkungan pesantren.
OPOP akhirnya membuka peluang lapangan kerja. Pesantren merekrut masyarakat sekitar pesantren menjadi tenaga kerja.
Sebelumnya, lima koperasi pondok pesantren yang tergabung dalam program OPOP berangkat ke Istanbul, Turki, untuk mengikuti 7th OIC Halal Expo dan 5th World Halal Summit 2019.
Lima koperasi pesantren tersebut, yakni Darut Tauhid Kota Bandung, Al-Ittifaq Kabupaten Bandung, Al-Ashriyyah Kabupaten Bogor, Al-Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya, dan Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan.
Dalam dua event tersebut, kelima pondok pesantren itu memamerkan produk unggulan, memperluas pasar, diskusi, dan bertukar ide terkait kemandirian ekonomi ponpes maupun sertifikasi halal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wagub-uu-ruzhanul-ulum-dorong-pesantren-mandiri-ekonomi.jpg)