Breaking News:

Fakta Baru Penyebab Banjir Lembang, DPUTR Temukan 5 Truk Sampah di Drainase

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkap fakta baru terkait penyebab banjir Lembang

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Suasana sehari setelah banjir yang menerjang Kampung Babakan, RT 1/3, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (20/10/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkap fakta baru terkait penyebab banjir yang kerap menerjang wilayah Lembang, seperti yang terjadi di Kampung Babakan, RT 1/3, Desa Cikole, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) KBB, Adang Rahmat Safaat mengatakan, dalam sepekan terakhir pihaknya kerap menemukan sampah dan pasir dari sejumlah drainase di kawasan Lembang saat melakukan normalisasi drainase.

"Di kawasan Lembang, petugas DPUTR telah mengangkut sampah penyumbat gorong-gorong sebanyak 5 truk. Untuk mengantisipasi banjir saat ini kita melakukan normalisasi," ujarnya di Padalarang, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Banjir Lembang Disebut Akibat Banyak Eksploitasi Pertanian dan Wisata di Hulu, Ini Respons Perhutani

Selain di Lembang, pihaknya juga melakukan normalisasi di beberapa titik lain yang ditenggarai berpotensi terjadi luapan air ketika intensitas hujan meningkat, seperti di kawasan SPN Cisarua, Underpass Padalarang, Cangkorah dan yang lainnya.

Untuk melakukan normalisasi itu, pihaknya mengerahkan 40 personel yang disebar ke seluruh wilayah dengan mengoperasikan sejumlah alat berat untuk melakukan normalisasi drainase tersebut.

"Walaupun itu merupakan jalan Provinsi tapi kita sudah melakukan koordinasi dan sekarang kita terus lakukan upaya normalisasi untuk mengantisipasi banjir," kata Adang.

Baca juga: Saluran Air Dipenuhi Sampah, Banjir di Cikole Bisa Berdampak ke Kota Bandung

Sejauh ini, ketika melakukan pengerukan pihaknya mendapati penyebab utama drainase tak berfungsi itu karena banyak sedimentasi tanah dan sampah plastik yang menghambat aliran air.

"Sebanyak 50 persen sedimentasi tanah dan 50 persennya lagi sampah domestik yang masuk ke aliran sungai," ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar untuk berkolaborasi menangani permasalahan saluran irigasi yang tidak berfungsi normal tersebut.

"Karena beberapa titik merupakan kewenangan provinsi dan Insha Allah akan segera diturunkan tim untuk mengeruk gorong-gorong ini," katanya.

Baca juga: HATI-HATI, Banjir Lembang Bisa Merembet ke Bandung, Warga Diminta Waspada

Disisi lain pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai maupun saluran irigasi.

"Kemarin pas dikeruk banyak sekali sampah plastik. Oleh karena itu, ayo jangan buang sampah sembarangan jangan sampai Lembang tergenang," ucap Hengky.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved