Breaking News:

Boris Preman Pensiun Narkoba

Mengapa Boris Preman Pensiun Edarkan Narkoba? Polisi Bilang Soal Ekonomi dan Narkoba Gratisan

Polisi mengatakan ekonomi dan narkoba gratisan menjadi alasan Boris Preman Pensiun edarkan narkoba.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Istimewa/ Kompas TV
Boris Preman Pensiun saat digiring polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Aparat kepolisian terus mendalami kasus penyalahgunaan narkoba dengan tersangka Nio Juanda Yasin atau pemeran Boris dalam sinetron Preman Pensiun.

Terutama terkait alasan dia menjadi pengguna dan perantara atau pengedar barang haram tersebut.

Seperti diketahui, Boris Preman Pensiun ditangkap oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi pada 11 September 2021.

Ia ditangkap bersama satu orang temannya berinisial RI di sebuah guest house, kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Nasrudin mengatakan, alasan Boris Preman Pensiun menjadi pengguna dan perantara peredaran narkoba ini kemungkinan karena masalah ekonomi dan ingin menggunakan narkoba secara gratis.

"Kami masih mendalami kenapa dia menjadi perantara karena keuntungannya juga hanya Rp 50 ribu. Cuma karena faktor ekonomi juga bisa dan untuk memakai secara gratis agar tidak membeli sabu tersebut," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Selasa (19/10/2021).

Berdasarkan keterangan tersangka, kata Nasrudin, Boris sudah menjadi perantara peredaran narkoba ini kurang lebih selama satu bulan.

Sedangkan untuk pengguna narkoba kemungkinannya sudah cukup lama.

"Tetapi itu juga suka sama-sama terus dengan (tersangka) RI, pasti kalau mau menjadi perantara atau pemakai pasti berdua," kata Nasrudin.

Ia mengatakan, mereka selalu bersama-sama menyalahgunakan narkoba ini memang sudah kenal lama, sehingga saat ditangkap pun keduanya sedang bersamaan.

Sementara dalam melakukan transaksinya, mereka menggunakan sistem tempel setelah melakukan transfer uang kepada penjualnya dan ada juga yang bertemu secara langsung atau tatap muka di sebuah tempat yang sudah ditentukan.

"Untuk aliran barangnya, yang pertama langsung dikasih. Tetapi kalau untuk yang sekarang melalui sistem tempel di daerah Ciumbuleuit," ucapnya.

Baca juga: UPDATE Kasus Narkoba Boris Preman Pensiun, Polisi: Ternyata Tak Hanya Sekadar Pemakai, Tapi Pengedar

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved