Breaking News:

Ini Cara Perusahaan Pinjol Ilegal Rekrut Debt Collector Online, Awalnya Dijanjikan Jadi Call Center

Puluhan debt collector yang direkrut perusahaan pinjaman online ilegal, awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai call center

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
TM, korban pinjol ilegal yang melaporkan sebuah aplikasi pinjaman online ke Polda Jabar. Polisi kemudian menggerebek ke Sleman, Yogyakarta. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan debt collector yang direkrut perusahaan pinjaman online ilegal, awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai call center

Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy, saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (18/10/2021).

"Proses rekrutmen, melalui aplikasi juga diundang dan interview oleh bagian HRD perusahaan tersebut. Awalnya, mereka dijanjikan untuk bekerja sebagai call center," ujar Roland.

Baca juga: Pinjol Ilegal dan Legal Ternyata Sama Saja Menurut YLKI Saat Melakukan Penagihan, Meneror

Menurut dia, karena dijanjikan sebagai call centre, orang-orang yang diinterview pun mau dan menerima pekerjaan tersebut.

"Karena penyampaiannya itu yang bersangkutan diterima sebagai call center, bukan sebagai desk collection," katanya.

Setelah menyatakan siap bekerja, kata dia, pihak pinjol ilegal kemudian menempatkan mereka sebagai debt collector online dan diberikan upah sekitar Rp 2-3 juta setiap bulannya.

"Dari keterangannya ada yang Rp 2 juta ada yang Rp 3 juta," katanya.

Dalam proses penagihannya, kata dia, para debt collector ini diarahkan agar melakukan penagihan dengan cara mengancam dan meneror.

Baca juga: Masih Mau Kerja di Pinjol Ilegal? Ancaman Hukumannya Tak Main-main, 9 Tahun Penjara, Ini Kata Polisi

"Operator (debt collector) itu mendapatkan arahan sudah ada nama-nama nasabah yang akan ditagihkan, dia memiliki beberapa sarana, ada yang melalui telepon, ada yang Whatsapp, dan disitulah mereka melakukan pengancaman," katanya.

Para debt collector itu diberikan target, dalam satu hari harus melakukan penagihan kepada 15 sampai 20 nasabah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved