Penemuan Mayat di Subang
Alasan Yoris Akan Menggunakan Pengacara Singgung Ada Kejanggalan, Ingin Percepat Pengungkapan Pelaku
Tim Penyidik berusaha mengungkap pelaku, dua bulan kasus Subang itu berlalu akhirnya Yoris blak-blakan ini akan menggunakan pengacara ungkap alasannya
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Widia Lestari
Kecurigaan ini bermula dari dugaan awal kepolisian mengindentifikasi pelaku rajapati itu merupakan orang terdekat.
Dugaan tersebut terkuak dari sejumlah fakta dan kejanggalan beberapa temuan polisi di TKP.
Berikut ini Tribunjabar.id himpun fakta-fakta dan kejanggalan kasus Subang.
Kronologi Semu
Selama penyidikan kasus Subang berlangsung maka belum ada kronologi secara detail dari polisi terkait kronologi kejadian penemuan mayat di Subang, Tuti dan Amalia.
Namun, kronologi pun didapat dari sejumlah para saksi yang keterangannya pun berbeda-beda perspektif sehingga masih semu.
Baca juga: Kronologi Tuti dan Amalia Sebelum Ditemukan Versi Uwak Yeti, Kasus Subang Awalnya Disebut Perampokan
Jasad korban Dimandikan
Dari temuan polisi di TKP, kejanggalan juga ada pada jasad kedua korban yang dalam keadaan telanjang.
Saat ditemukan dalam bagasi mobil, Tuti dan Amalia sudah tak bernyawa dan ditemukan menumpuk.
Dari jejak di TKP, diduga jasad korban dimandikan terlebih dahulu hingga diseret dari pintu belakang ke garasi.
Karena hal tersebut, polisi pun mendalami tujuan pelaku rajapati tersebut melakuan tindakan tersebut.
Pelaku Diduga Orang Terdekat
Hal yang mendasari polisi menduga pelaku rajapati Tuti dan Amalia adalah orang terdekat karena temuan di TKP tidak ada tanda masuk ke rumah secara paksa.
Dari temuan tersebut kejanggalan pun terlihat dari, tidak ada sidik jari pada tubuh kedua korban.
Namun, polisi menemukan dua jejak kaki berbeda di lokasi TKP.