Tragedi Sungai Cileueur Ciamis

Guru Pembimbing Kesurupan Saat 25 Pelajar MTS Harapan Baru Ciamis Tenggelam dan 11 Meninggal

Detik-detik 11 pelajar MTS Harapan Baru mati tenggelam di Sungai Cileueur di Ciamis pada Jumat (15/10/2021) diungkap salah satu saksi di TKP.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Suasana pemakaman Dea Rizki (13), warga Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Jenazah merupakan korban tragedi maut menyusuri sungai Cileueur di Kabupaten Ciamis 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Detik-detik 11 pelajar MTS Harapan Baru mati tenggelam di Sungai Cileueur di Ciamis pada Jumat (15/10/2021) diungkap salah satu saksi yang melihat langsung tragedi tersebut. 

Yadi Surya (23) bersama rekannya, Alfin saat itu berada di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, keduanya sedang memancing ikan di sungai, tak jauh dari lokasi. 

"Di lokasi kejadian sudah banyak siswa berpakaian pramuka, katanya ada kegiatan mau nyebrang sungai,” ujar Yadi Surya kepada Tribun di lokasi kejadian Leuwi Ili Sabtu (16/10) siang.

Saat melihat ada pelajar MTS Harapan Baru di sekitar sungai, Yadi dan temannya sempat mengingatkan mereka untuk tidak meneruskan perjalanan. Mau menyeberang Sungai Cileueur dari arah barat menuju timur.

Baca juga: Tipu Dua Kapolsek di Indramayu dan 7 Korban Lain, Pria Ini Justru Minta Diizinkan Tidur di Kamar Sel

“Kami sudah ingatkan, teriak-teriak, jangan nyebrang karena batunya licin. Kami sudah larang jangan nyebrang. Dan lagi kalau mereka nyebrang ramai-ramai kan menganggu kami yang lagi mancing," katanya.

Hanya saja, teriakan tersebut tidak didengar sekalipun ada pembimbing pelajar turut menemani namun juga tidak menggubris.

"Tapi teriakan kami tidak digubris, mungkin tidak terdengar. Meski airnya cukup tenang kan cukup berbahaya, batunya licin. Dan hari itukan Jumat,” katanya.

Malapetaka Itupun Datang, Ada yang Kesurupan

Rombongan siswa dan pembimbing tersebut tetap menyeberang ramai-ramai sambil berpegangan tangan, di lokasi ruas sungai yang akan diseberangi sudah dipasangi patok dua titik potongan bambu sebagai penanda jalur dangkar yang akan dilalui. 

“Tapi saat menyebrang secara beruntun dan berpegangan tangan tersebut ada yang terpleset dan tenggelam, yang lain juga ikut terseret  ke arah palung air yang dalam," kata dia.

Baca juga: MTS Harapan Baru Ciamis Harus Dimintai Pertanggung Jawaban Soal 11 Pelajar Mati Tenggelam

Suasana di sekitar sungai yang tenang berubah jadi dilanda kepanikan.

:Suasana menjadi panik. Awalnya tidak diketahui berapa  jumlah yang tenggelam,” ujar Yadi, yang sehari-hari bekerja sebagai petugas TPR Terminal Ciamis tersebut.

Menyaksikan ada banyak siswa berikut guru pembimbing yang tenggelam terseret arus Leuwi Ili tersebut, Yadi bersama tiga rekannya langsung mencebur masuk palung sungai menyelamatkan siswa yang sudah mulai tenggelam.

Bahkan, kata dia, saat itu, guru yang kesurupan setelah diselamatkan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved