Sabtu, 18 April 2026

Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Yusril Ihza Mahendra (1): Minta Rp 100 M? Saya Dapat Nol Rupiah Saat Bela Ibas

Yusril Ihza Mahendra membantah tudingan bahwa tak merapatnya ia ke Partai Demokrat kubu AHY karena honornya yang tak sesuai dengan keinginannya.

Editor: Hermawan Aksan

Kita harus paham bahasa Indonesia itu kadang-kadang bersayap. Kadang memang orang itu ngomong Rp 100 miliar itu benar-benar Rp 100 miliar.

Tapi bisa juga orang itu sebenarnya enggak mau membantu orang itu, lalu menawarkan sesuatu yang seperti yang dibilang tadi, tidak masuk akal dan kemudian menyampaikan bahwa angkanya seperti itu.

Tapi, saya pikir, wajar-wajar saja kalau misalnya advokat itu minta fee kepada calon klien. Biasa, ya, bernegoisasi.

Penegak hukum itu kan ada beberapa. Ada jaksa, polisi, hakim, dan advokat. Tiga yang pertama ini dibiayai oleh negara pakai uang rakyat, tapi advokat kan tidak.

Advokat itu dibayar oleh kliennya. Berapa jumlah bayaran antara advokat dengan klien, itu negosiasi mereka sebagai suatu kesepakatan.

Jadi, advokat minta fee kepada klien itu sah saja. Yang tidak boleh itu pejabat, anak presiden, istri presiden, minta fee proyek. Nah, itu yang enggak boleh. Advokat mah boleh aja (minta fee pada klien).

Hanya saja, kok kemudian dibesar-besarkan setiap hari.

Ya sudah, jadinya bagus juga bagi saya. Jadi orang tahu, wah Yusril enggak sembarangan.

Bahkan ada yang bilang sama saya nih, 'Anda mengalahkan six million dollars man,' katanya.

Jadi, sekarang, ya, biarin saja. Kalau orang ngomong begitu ya enggak apa-apa.

Mudah-mudahan menjadi doa dan saya mendapat rezeki Rp 100 miliar. Syukur alhamdulillah.

Ada yang bilang empat orang biasa kader Demokrat dapat bantuan hukum dari Anda karena ada invisible power memberikan dukungan. Tanggapan Anda?

Tanya saja sama Pak SBY. Pak SBY kan pernah minta tolong sama saya untuk menangani kasus Ibas. Terus saya minta bayaran berapa dari Pak SBY? Nol rupiah.

Jadi tidak harus Anda mematok tarif tertentu?

Tidak, Ibas saja pada waktu itu menanyakan kepada saya, 'Pak Yusril, kita bikin kontrak deh bagaimana?'

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved