Breaking News:

Banting Mahasiswa yang Unjuk Rasa, Brigadir NP Ditahan dan Terancam Hukuman Berat

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga, mengatakan Brigadir NP terancam berat karena kasus membanting mahasiswa yang unjuk rasa.

Instagram dan Twitter
Brigadir NP yang smackdown mahasiswa minta maaf dan peluk korban. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Polda Banten menahan Brigadir NP menyusul aksinya membanting mahasiswa saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa bernama M Fariz di Depan Kantor Bupati Tangerang, beberapa hari lalu.

Tindakan anggota Polresta Tangerang terhadap mahasiswa itu menuai kecaman publik.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga, mengatakan Brigadir NP terancam berat.

Hal itu lantaran Brigadir NP dikenakan pasal berlapis dalam aturan internal Polri.

"Sejak Rabu (13/10), NP diperiksa secara maraton, tidak hanya oleh Divpropam Polri namun juga Bidpropam Polda Banten. Sesuai perintah Kapolda Banten, penanganan dan pemberkasan terhadap NP sudah diambil alih sejak Kamis (14/10)," kata AKBP Shinto Silitonga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Mahasiswa Dibanting Polisi, Fariz: Pundak, Leher Saya Kaya Enggak Bisa Digerakkin

Shinto tidak menjabarkan secara pasti pasal-pasal yang akan dijatuhkan kepada Brigadir NP dalam perkara ini.

"Saat ini NP telah dilakukan penahanan di ruang tahanan khusus oleh Bid Propam Polda Banten,” katanya.

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menyebut Polri belum berencana proses secara pidana terhadap anggota polisi yang membanting mahasiswa itu.

Menurutnya, Propam Polda Banten hanya baru akan mengusut dugaan pelanggaran prosedur pengamanan yang dilakukan oleh Brigadir NP.

"Anggota tersebut diperiksa Bid Propam Polda Banten. Yang bersangkutan saat itu sedang melaksanakan tugas mengamankan unjuk rasa. Dalam kegiatan pengamanannya, yang bersangkutan tak melaksanakan tugas sesuai prosedur," kata Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Terungkap, Alasan Oknum Polisi di Tangerang Banting Mahasiswa yang Demo

Menurut Ramadhan, Brigadir NP diduga tidak menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat mengamankan unjuk rasa. Polri masih menunggu hasil pemeriksaan Propam.

"Oknum anggota kepolisian itu sedang melakukan tugas mengamankan unjuk rasa. Dalam mengamankannya tak sesuai dengan SOP sehingga pelanggaran prosedur pengamanan. Nanti kita lihat apa hasil periksa dari Propam. Jadi, bukan konteks di luar tugas," ujar Kombes Ahmad Ramadhan.

Ia masih enggan menjelaskan jenis dugaan tindak pidana kekerasan yang dilakukan Brigadir NP. Yang jelas, ucap Kombes Ahmad Ramadhan, pengusutan kasus tersebut masih berupa pelanggaran SOP.

"Sekarang yang didalami adalah pelanggaran prosedur. Melakukan tugas, tugas pengamanan tetapi tidak sesuai SOP. Karena tidak ada SOP seperti yang dilakukan yang bersangkutan," ujarnya. (Penulis: Rizki Sandi Saputra)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Brigadir NP, Polisi yang Banting Mahasiswa di Tangerang Kini Ditahan dan Dijerat Pasal Berlapis

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved