Breaking News:

Jalan di Atas Terowongan PLTA Jatigede Ambles, Perbaikan Diperkirakan Lebih dari Sepekan

Jalan utama yang menghubungkan Desa Kadujaya dan Desa Karedok itu ambles akibat adanya proyek terowongan milik PLTA Jatigede

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Dok Polsek
Warga Desa Kadujaya dan Karedok di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang harus menggunakan jalan memutar dan lebih jauh untuk saling terhubung.  

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga di dua desa di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, terpaksa harus menggunakan jalan memutar yang lebih jauh untuk saling terhubung.

Jalan utama yang menghubungkan Desa Kadujaya dan Desa Karedok itu ambles akibat adanya proyek terowongan milik perusahaan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede.

Perbaikan jalan diperkirakan akan memakan waktu lebih dari sepekan.

Dihubungi Tribun Jabar, Rabu (13/10/2021), Kapolsek Jatigede AKP Adang Rohana mengatakan terputusnya jalan utama Desa Kadujaya dengan Desa Karedok, Kecamatan Jatigede, itu sudah berlangsung selama tiga hari.

Baca juga: Tanah Ambles di Kertasemaya Indramayu Kian Parah, Tiga Rumah Rusak Berat, Dapur Tinggal Puing-puing

Ia menduga peristiwa ini dipicu oleh longsoran yang terjadi di dalam terowongan. Terowongan yang dimaksud adalah terowongan sebagai akses menuju ke terowongan inti PLTA Jatigede.

Longsoran kecil yang terus menerus di dalam sub-terowongan itu diduga membuat daya topang bagian atas terowongan semakin lama semakin lemah. Sementara di atas terowongan itu adalah jalan utama penghubung Desa Kadujaya dan Desa Karedok. Tanah pun akhirnya ambles. Terowongan maupun jalan, hancur.

"Kejadiannya, Minggu 10 Oktober sekitar pukul 19.30. Tidak ada korban jiwa," ujar Kapolsek mewakili Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Kapolsek mengatakan, jalan yang ambles ini menyisakan jurang sedalam tiga meteran sengan lebar sekitar empat meter sepanjang sekitar 10 meter.

"Akibat kejadian ini, akses jalan penghubung antara Desa Kadujaya dengan Desa Karedok, Kecamatan Jatigede masih teputus. Hingga kini jalan tersebut belum bisa dilalui sepeda motor maupun mobil," kata Kapolsek.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, polisi telah menutup akses jalan tersebut. Warga terpaksa menggunakan jalan alternatif milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jatigede, yakni jalan melintas ke Dusun Sangiang Beuheung, Desa Cijeungjing.

Jalan itu, baik dari Kadujaya menuju Karedok atau sebaliknya dinilai lebih jauh dari rute biasa sebelum terputus. Pengendara harus menambah waktu tempuh sekitar 30 menit dibandingkan waktu tempuh sebelumnya.

Baca juga: Jalan Amblas Akibat Proyek Terowongan PLTA Jatigede, Warga di Dua Desa Terdampak

Menyusul amblesnya jalan di atas terowongan PLTA itu, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetio sudah melakukan pertemuan dengan PT Sinohydro yang bertindak sebagai kontraktor proyek PLTA Jatigede.

Kepada Kapolres, Manajer proyek, Zhang Lin, menyatakan akan segera memperbaiki jalan tersebut. Namun, sebelum perbaikan dilakukan, lokasi tanah yang ambles akan lebih dulu diobservasi.

Jika observasi selesai dan tanah dinilai stabil untuk dijadikan jalan kembali, maka pengerjaan perbaikan jalan akan segera dilakukan dan dijanjikan akan selesai hanya dalam waktu seminggu.

"Kapores memerintahkan Kapolsek untuk menutup jalan itu sampai perbaikan selesai," kata Kapolsek.

(kiki andriana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved