Breaking News:

Pasar Banjaran di Kabupaten Bandung Sudah Semrawut, Mau Direvitalisasi Tapi Pedagangnya Menolak

Pasar Banjaran di Kabupaten Bandung akan direvitalisasi. Namun para pedagang malah ketakutan dan khawatir. 

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Mega Nugraha
PUTRI SAHANI
Kemacetan yang terjadi di depan Pasar Banjaran, kec. Banjaran, Kab. Bandung, Kamis (16/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pasar Banjaran di Kabupaten Bandung akan direvitalisasi. Namun para pedagang malah ketakutan dan khawatir. 

Ketua Kelompok Warga Pedagang Pasar Banjaran, H Eman, mengatakan, ketakutannya itu berkaitan dengan akan mahalnya biaya sewa.  

"Harga mahal tidak terjangkau, dengan kemampuan warga pasar Banjaran, apalagi, sekarang dagang sepi tidak ada pembeli, ditambah Covid-19 belum pulih. Jangankan berpikir untuk menebus kios harga mahal, buat hidup cari makan sehari- hari  juga susah," kata Eman saat dihubungi via ponselnya, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: 1000 Lebih Polisi Diturunkan untuk Amankan Pilkades Serentak Kabupaten Bandung 20 Oktober 2021

Kini kata Eman, warga pedagang pasar sangat keberatan dan menyatakan supaya dipertimbangkan  rencana revitalisasi.

"Apalagi dilaksanakan dalam waktu dekat, supaya ditangguhkan 2 tahun atau 3 tahun lagi karena warga pasar Banjaran belum siap keadaan perekonomian  belum stabil," tuturnya.

Tenaga Kerja Kontrak UPTD Pasar Banjaran mengangkut sampah dari TPS ke bak penampungan sampah di Pasar Banjaran, Jumat (22/5/2015).
Tenaga Kerja Kontrak UPTD Pasar Banjaran mengangkut sampah dari TPS ke bak penampungan sampah di Pasar Banjaran, Jumat (22/5/2015). (TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA)

Menurut Eman, memang gampang untuk memindahkan pedagang pasar ke tempat baru.

"Tapi apakah bisa langsung dipindahkan dengan pemebelinya, yang sulit itu memindahkan pembelinya," katanya.

Ia juga khawatir setelah revitalisasi Pasar Banjaran, akan ada pihak lain yang akan mengelola. Ia mencontohkan Pasar Soreang, Batujajar, Cicalengka, Pangalengan hingga Ciwidey yang dikelola pihak lain. 

Maka pihaknya meminta, supaya dipertimbangkan dan jangan sampai menambah beban penderitaan yang berkepanjangan.

"Banyak warga pedagang yang  mengeluh karena harga kios mahal, tidak terjangkau, banyak yang kolep, ada juga sampai bangkrut," ujarnya.

Rencana revitalisasi Pasar Banjaran sendiri sudah ada sejak kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Naser namun hingga kini belum terealisasi.

Kini, kepemimpinan berganti jadi Dadang Supriatna, revitalisasi Pasar Banjaran kini kembali mengemuka. Pantauan Tribun, Pasar Banjaran saat ini sudah dalam kondisi memprihatinkan.

Lingkungannya kumuh dan kotor. Bahkan, tidak punya tempat pembuangan sampah. Sampah dari pasar terlantar ke dekat pemukiman warga. Selain itu, bangunan lapak di Pasar Banjaran juga sudah semrawut. 

Apalagi soal kemaceten. Kesemrawutan dan ketidak teraturan Pasar Banjaran membuat kondisi lalu lintas seringkali macet. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved