Breaking News:

ODGJ Tusuk Warga Hingga Meninggal, Ini Penanganan Tepat Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan

Seorang warga yang diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk hingga menusuk tiga orang warga

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
dok.pribadi/teddy hidayat
dr Teddy Hidayat- 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seorang warga yang diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk hingga menusuk tiga orang warga di Kampung Ciwaruga, RT 03/05, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (11/10/2021).

Penusukan yang dilakukan oleh pelaku berinisial A (28) itu, terjadi saat keluarga korban dan pengurus RW setempat, akan membawa yang bersangkutan ke sebuah pesantren di daerah Subang, karena diindikasikan mengidap gangguan jiwa selama beberapa tahun belakangan.

Namun, A bertindak agresif dan menyebabkan korban Ajeng Ruhiat (56) meninggal dunia.

Baca juga: ODGJ dan Lansia Bisa Bikin KTP, Petugas Disdukcapil Kota Bandung Akan Datang ke Rumah, Ini Caranya!

Sedangkan dua orang lainnya, yakni Ujang Sumarna (43), dan Ian (40), mengalami luka parah hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit. Pelaku langsung di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, untuk dilakukan observasi terkait kondisi kejiwaan dari pelaku tersebut.

Dokter Spesialis Kejiwaan RS. Melinda 2, Teddy Hidayat, dr. Sp.KJ(K) mengatakan,  sikap agresif hingga melukai orang lain yang dilakukan tersebut, menunjukkan bahwa pasien tidak mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa secara baik dan benar. 

"Berdasarkan data, saat ini terdapat 7000 pasien ODGJ di Jawa Barat yang memerlukan rawat inap di Rumah Sakit Jiwa, sementara fasilitas layanan yang tersedia hanya mampu menampung kurang dari seribu pasien, termasuk RSJ Cisarua yang paling 200-300 pasien, begitu juga di rumah sakit lain. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan banyak pasien ODGJ yang seharusnya mendapatkan layanan di rumah sakit, terpaksa di rawat oleh keluarganya di rumah," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Momentum Hari Mental Sedunia, ODGJ Jalan Santai Di Kota Sukabumi Tanpa Pakaian

Disamping itu, berdasarkan survei organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2020, bahwa 60 persen pelayanan kesehatan jiwa, termasuk perawatan di rumah sakit ikut terganggu karena dampak pandemi covid-19. 

"Maka, dengan kondisi itu, sudah mah ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan jiwa yang ada, sangat kurang, ditambah pandemi covid-19, makin kurang. Sehingga makin banyak pasien yang tidak terlayani dengan baik dan melakukan tindakan lebih agresif," ucapnya.

DokterTeddy menuturkan, penanganan dan perawatan pasien ODGJ, seharusnya dilakukan oleh fasilitas kesehatan terdekat dengan pasien, yaitu Puskesmas.

Artinya Puskesmas, harus diberdayakan untuk melakukan deteksi dan mengobati pasien ODGJ

Selain itu, dalam melakukan pengobatan pasien ODGJ, diperlukan kerjasama antara pihak keluarga, petugas Puskesmas, dan pihak rumah sakit. 

Baca juga: Viral ODGJ Bercadar Ditolong Pasangan Suami Istri, Sembunyikan Hewan di Roknya, Ternyata Peliharaan

"Dalam perawatan pasien ODGJ, pihak keluarga atau caregiver harus mengetahui tanda-tanda pasien akan kambuh dan membahayakan lingkungan sekitarnya. Tentu, hal ini perlu adanya revitalisasi pelayanan di Puskesmas, termasuk melakukan edukasi dan pelatihan penanganan yang terus di lakukan petugas puskesmas kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga pasien ODGJ saat gejala pasien muncul," ujar dia. 

Dengan demikian, dalam keadaan darurat, petugas psikiatri di Puskesmas harus mampu melakukan penanganan dini, sebelum melakukan rujukan ke rumah sakit.

"Memang pada akhirnya pasien harus dilakukan perawatan di rumah sakit, terutama jika kondisi gejalanya berat. Jadi kalau ada pasien yang ngamuk seperti ini, dia (psikiatri) di puskesmas harus tahu apa yang harus dilakukan, dan mampu untuk  mengamankan kondisi pasien, sehingga tidak membahayakan diri pasien dan orang-orang di sekitarnya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved