Breaking News:

Bukit Tandus Bekas Galian Pasir Kini Diburu Pengunjung, Disulap Jadi Tempat Wisata yang Mengasyikan

Kepala Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Subuh Basarah, menyulap bukit tandus bekas galian pasir menjadi objek wisata agro bernam

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
SUasana wanawisata Kebon Hejo di Pelosok Cianjur yang semula bukit tandus kini jadi tempat swafoto warga, Minggu (10/10/2021). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Subuh Basarah, menyulap bukit tandus bekas galian pasir menjadi objek wisata agro bernama Kebon Hejo.

Subuh mengatakan, konsep awalnya adalah menanam tanaman kebun seperti cabai, bawang, dan lainnya. Namun seiring berjalannya waktu banyak yang menyumbang ide lalu dibuatlah saung saung tempat ngopi.

"Banyak juga warga yang berkunjung ke sini, alhasil kami lebih banyak lagi membuat saung untuk beristirahat dan makan," ujar Subuh ditemui di lokasi Kebo Eko Kampung Pasir Peusing, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Minggu (10/10/2021) sore.

Ia berharap lokasi ini bisa menambah pendapatan asli desa dan berguna bagi masyarakat.

Gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengizinkan tempat wisata tetap buka meski PPKM level 3. Kebijakannya itu diambil lantaran status level tersebut bukan dikarenakan penyebaran kasus namun lantaran capaian vaksinasi yang rendah.

Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan tempat wisata di Cianjur saat ini masih diperbolehkan buka dengan catatan semua pengunjung yang masuk harus memiliki kartu vaksin atau hasil swab test PCR.

"Syaratnya menunjukan kartu vaksin atau tanda bukti telah menjalani vaksinasi minimal dosis pertama. Jika tidak, bisa menunjukan swab test PCR sehari sebelumnya dengan hasil negatif," kata Herman, Minggu (10/10/2021).

Menurutnya jika ditutup pariwisata Cianjur akan kembali mati dan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tersendat.

Selain itu, kebijakan tersebut diambil karena Cianjur menjadi level 3 bukan terkait kasus terpapar Covid-19 melainkan capaian vaksinasi yang masih rendah atau di bawah 50 persen.

"Level 3 itu bukan kasus terpapar COVID-19 tapi soal vaksin. Vaksin kita yang masih rendah. Sedangkan kalau angka kasus kita nyaris nol, sekarang saja yang dirawat di rumah sakit hanya lima orang," katanya.

Dia mengaku sudah melakukan rapat evaluasi bersama Formopimda supaya bisa menggenjot vaksinasi, sehingga Cianjur dapat kembali ke level 2 atau sampai turun ke level 1. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved