Sabtu, 2 Mei 2026

Ini Dia Mobil Pengering Jagung, Bisa Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani

PT Charoen Pokphand Indonesia, Tb(PT CPI) memperkenalkan sebuah teknologi baru di bidang pengeringan jagung yaitu mobil pengering jagung

Tayang:
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
Mobil pengering jagung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan komoditi jagung. Namun demikian sangat disayangkan bahwa sejauh ini sangat sedikit teknokogi pendukung olahan jagung, baik pra panen maupun pasca-panen.

Untuk mendukung kemudahan produksi jagung inilah, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tb(PT CPI) memperkenalkan sebuah teknologi baru di bidang pengeringan jagung yaitu mobil pengering jagung / mobile corn dryer. Mobil ini merupakan hasil kerjasama pengembangan CPI dengan Institut Teknologi Bandung.

Pengembangan mobil pengering jagung ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara PT CPI dan ITB pada tanggal 17 Desember 2019, yang dilakukan oleh Presiden Komisaris PT CPI, T. Hadi Gunawan dan Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi. Salah satu tujuan  CPI berkerjasama dengan ITB  adalah untuk menemukan inovasi – inovasi terbaru agar dapat membuat mobil pengering jagung yang bermanfaat dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani jagung Indonesia. 

Baca juga: Sekolah Daring Sudah Dimulai, Aplikasi jadwal.guru Buatan FMIPA ITB Ini Mudahkan Bikin Jadwal KBM

"Dan bak gayung bersambut Rektor ITB dan jajarannya pun menyambut hal tersebut dan menyadari kolaborasi antara industri dan kampus sangat diperlukan dalam berbagai pengembangan terutama dalam hal sektor teknologi, sehingga hasil penelitian kampus dapat dilihat hasilnya secara nyata," ujar  Emier Shandy, VP Enginering &Teknologi PT CPI dalam serah terima mobil dengan ITB, Senin (4/10/2021).

Hal ini pun sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi kedua yaitu Penelitian dan Pengembangan. Mobil Pengering Jagung versi 2.6 merupakan salah satu contoh nyata yang dapat langsung dirasakan manfaatnnya oleh penggunanya dalam hal ini petani jagung.

Emier mengatakan bahwa mobil pengering jagung versi 2.6  ini mempunyai banyak keunggulan seperti memiliki beberapa sensor  yaitu sensor kadar air dan sensor suhu yang memungkinkan pengoperasian secara otomatis, memiliki fasilitas timbangan untuk mengukur baik jumlah total ataupun debit jagung masuk, fitur Heat Reclaimer yaitu pemanfaatan udara sisa pendinginan yg bersuhu tinggi sebagai udara sekunder pembakaran, serta berkapasitas lebih besar dibanding versi sebelumnya yaitu dari 1 ton/jam menjadi 1.5 Ton/jam.

Baca juga: Sam Bimbo Dapat Gelar Doktor ITB, Proses Kreatif Kolaborasi Musik dan Lukis Dinilai Unik dan Langka

"Kelebihan lainnya adalah konsumsi bahan bakar lebih rendah disbanding versi sebelumnya yaitu dari 1.7 liter/persen/ton menjadi 1.2 liter/persen/ton, serta pencatatan dan penyimpanan data operasional dengan system database memudahkan proses analisa dan pelaporan," katanya.

Emier menyebutkan bahwa selama ini petani jagung merasakan kesulitan dalam penanganan pasca panen, dimana mereka selalu mengandalkan panas matahari sebagai pengering atau jika memungkinkan mereka harus membawa kegudang tempat pengeringan jagung komersial, sehingga dengan adanya kesulitan ini membuat para petani tidak mempunyai banyak pilihan ketika harus menjual jagungnya dalam keadaan basah, hal ini membuat harga yang diterima petani menjadi tidak bisa optimal.

Dengan berbagai keunggulan mobil pengering jagung hasil rekayasa teknologi ini, PT CPI sebagai konseptor dan pelaksana di lapangan dari mobil pengering jagung, berharap dapat memberikan nilai lebih kepada para petani jagung, yang juga merupakan mitra PT. CPI dalam menyuplai bahan baku utama pakan ternak unggas. 

"Sehingga di harapkan kolaborasi Antara ITB & PT CPI  dapat memberikan kontribusi bagi pertanian jagung dan peternakan unggas di Indonesia," katanya.

Baca juga: Peneliti ITB Lakukan Penelitian Longsor-Tsunami Anak Krakatau 2018, Sebut Soal Tsunami Senyap

Serah Terima

Mobil pengering jagung hasil kolaborasi PT CPI diserah-terimakan kepada ITB pada Senin (4/9/2021). 

Pada saat bersamaan diserahkan juga hasil uji coba dan manual book yang diserahkan oleh Dr. Ir. Toto Hardianto DEA sebagai perwakilan dari ITB dan diterima oleh Emier Shandy VP Enginering &Teknologi mewakili PT CPI. 

Dalam acara serah terima ini juga hadir dosen -dosen yang langsung berkecimpung dalam melakukan rekayasa teknologi terhadap mobil pengering jagung versi 2.6 ini.

Menurut General Manager Engineering PT CPI,  Ignatius Candra Gunawan, mobil ini memiliki tiga bagian utama yaitu Panel Kontrol, Pengering dan Pendingin.  

"Namun mobil ini juga memiliki banyak tantangan, diantaranya adalah menentukan sizing mobil karena harus flekaibel agar bisa masuk ke kahan perkebunan atau pedesaan. Namun sejauh ini dalam ujicoba, ukuran ini sudah oke, tidak ada masalah," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved