Breaking News:

Sekda Sumedang Sebut Patung Pangeran Kornel dan Daendels di Unwim Tanjungsari Hanya Titipan

Sekda Kabupaten Sumedang Herman Suryatman berkomentar soal polemik keberadaan patung Pangeran Kornel dan Daendels di halaman Universitas Winayamukti

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Patung Pangeran Kornel atau Pangeran Koesoemadinata IX dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels di Universitas Winayamukti, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Kontributor TribunJabar. Id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Herman Suryatman berkomentar terkait polemik keberadaan patung Pangeran Kornel dan Herman Willem Daendels di halaman Universitas Winayamukti, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang 

Menurutnya, patung Bupati Sumedang dan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang sedang berjabat tangan itu bukan hal yang aneh bila ditempatkan di lahan Universitas Winayamukti yang notabene adalah tanah hibah dari Bupati Sumedang Pangeran Soeria Atmadja.

"Tetap ada historis sama pangeran Sumedang," kata Herman kepada TribunJabar.id melalui sambungan telepon, Jumat (8/10/2021).

Patung yang semula berada di persimpangan jalan Cadas Pangeran itu, posisinya kini telah diisi oleh patung baru buatan tahun 2011. 

Namun patung yang lama tidak ditempatkan di tempat seharusnya. Patung lama itu bukan berada di museum di pusat kota Sumedang, namun jauh di Tanjungsari, sekitar 30 kilometer dari pusat kota itu.

Para pembaca sejarah Sumedang akan tahu bahwa penempatan patung itu sangat tidak nyambung. Sebabnya, lahan sekolah pertanian berikut Universitas di Tanjungsari itu adalah lahan hibah dari Bupati Sumedang Pangeran Aria Soeria Atmadja.

"Itu dulu dengan Disparbudpora hubungannya. Saya belum menerima progres (informasi) lagi," kata Herman.

Namun, Herman mengatakan, Patung itu bersifat titipan. Artinya, jikapun suatu saat patung akan dipindahkan, Pemkab Sumedang tinggal mengambilnya.

"Kalau besok lusa kami mau pindahkan ke IPP atau ke mana, ya tinggal dibicarakan," katanya.

Menurut Herman, Pemkab belum berencana memindahkan patung tersebut ke tempat-tempat milik Pemkab.

Herman masih akan menunggu bagainana aspirasi masyarakat terkait keberadaan patung tersebut di Unwim.

"Tergantung aspirasi. Kalau mau dipindahkan ya pindahkan. Lagi pula itu bukan patung (yang betul-betul) lama, itu kan dibuat setelah kemerdekaan," katanya.

Pada tahun 2012, TribunJabar.id mewawancarai pemangku adat Museum Prabu Geusan Ulun, (Alm) Raden Mochammad Ahmad Wiriatmaja yang ketika itu paling vokal menolak pemindahan patung Pangeran Kornel dan Daendels ke Universitas Winayamukti.

"Kalau disimpannya di Fakultas Pertanian Unwim Tanjungsari, jelas tidak nyambung," kata Mochammad Ahmad Wiriatmaja yang akrab disapa Aom Achmad ini di Sumedang, Rabu (20/6/2012). (*)

Baca juga: Disparbudpora Sumedang Sebut Begini Soal Patung Pangeran Kornel dan Daendels Pindah ke Kampus Unwim

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved