Breaking News:

Disparbudpora Sumedang Sebut Begini Soal Patung Pangeran Kornel dan Daendels Pindah ke Kampus Unwim

Disparbudpora Sumedang Gelagapan Soal Patung Pangeran Kornel dan Daendels di Kampus Universitas Winayamukti

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Patung Pangeran Kornel atau Pangeran Koesoemadinata IX dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels di Universitas Winayamukti, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Kontributor TribunJabar. Id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG  - Pohon-pohon kopi setinggi orang dewasa dan sehampar kecil kebun teh menghiasi halaman depan kampus Universitas Winayamukti, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. 

Pepohonan tinggi yang membuat udara di tempat itu sejuk, tak perlu dipertanyakan lagi. Itulah ciri kampus kehutanan yang berdampingan sekolah pertanian, SMK Pertanian Pembangunan Negara (PPN).

Namun, siapapun yang berjalan kaki menikmati sejuk udara dari gerbang kampus menuju ruang-ruang kuliah akan terperanjat saat melihat patung dua buah orang yang sedang berjabat tangan.

Patung yang tak asing itu adalah patung Pangeran Kornel atau Pangeran Koesoemadinata IX dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Patung itu berdiri pada dudukan tembok yang kokoh dan tampak baru. Cat kuning keemasan yang melekat pada tubuh patung juga baru.

Keberadaan patung Pangeran Kornel dengan Daendels di lahan tersebut menuai pertanyaan. Sebabnya, tak ada kaitan sejarah antara keduanya dengan Universitas dan sekolah itu.

Lahan untuk pendidikan pertanian tersebut adalah hibah dari Pangeran Soeria Armadja, Bupati Sumedang periode 1883-1919, jauh setelah Pangeran Kornel.

Lantas, darimana Patung itu berasal? Patung tersebut adalah patung pertama Pangeran Kornel dan Daendels yang ditempatkan di persimpangan jalan Cadas Pangeran.

Patung itu dibuat pada zaman Bupati Sumedang, Sutardja (1983-1988). Namun, karena kondisinya lapuk oleh cuaca, patung itu kemudian diganti pada 2011 dengan patung baru yang dibuat di zaman Bupati Don Murdono.

Patung yang lama tiba-tiba ditempatkan di Universitas Winayamukti, bukan di tempat kembali seharusnya, yakni museum yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumedang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved