Mencari Berkah Malam Jumat, Pedagang Martabak di Tanjungsari Sumedang Sedekah Beli Dua Gratis Satu

Khusus kamis malam, atau malam Jumat dalam perhitungan tanggal Islam, pembeli martabak diberi bonus martabak lagi.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Azwar Haq Alhana (27), penjual martabak saat ditemui TribunJabar.id, di lapak dagangannya, Kamis malam (30/9/2021) . 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tanjungsari nyaris hujan, udara Kamis malam (30/9/2021) pun membuat gerah, tetapi Azwar Haq Alhana (27) malah semakin asyik mengendalikan martabak panas.

Dari wajannya, martabak dibawa ke meja topping. Martabak yang sudah terhampar siap diolesi mentega sebelum akhirnya ditaburi coklat, keju, kacang, atau irisan pisang.

Dengan lihai, tangan Azwar yang memegang spatula pendek melipat martabak manis itu untuk dipotong-potong kecil menggunakan pisau.

Setelah terpotong rapi, martabak disodok agar terangkat dan dengan mudah dimasukkan ke dalam kardus pipih persegi panjang.

Baca juga: Ridwan Kamil Dapat Suguhan Martabak Madura dari Bonek Persebaya Surabaya

Dengan senyum yang tertutup masker, Azwar memberikan martabak itu kepada pelanggan.

Ada yang unik di kedai martabak bernama Martabak Bandung Spesial milik Azwar tersebut. Khusus kamis malam, atau malam Jumat dalam perhitungan tanggal Islam, pembeli martabak diberi bonus martabak lagi.

Kedai tersebut berada di Jalan Bandung-Sumedang, tepat di wilayah Desa Gudang, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Pembeli dua martabak, berhak mendapatkan satu martabak manis coklat.

"Bonus martabak ini sebagai sedekah yang kami keluarkan untuk para pembeli. Kalau beli dua jenis martabak, entah itu martabak telur atau martabak manis, gratisnya satu," kata Azwar saat ditemui TribunJabar.id, semalam.

Azwar mengatakan, sedekah dengan jalan beli dua gratis satu itu telah dilakukan sejak kedai martabak itu mulai beroperasi tiga tahun yang lalu.

Sebagai muslim, Azwar mengaku memiliki perasaan wajib untuk merawat dan menjalankan perintah sedekah.

"Tradisi ini diwarisi dari mertua saya. Hingga kini bisa dijaga. Niatnya, selain memberikan kebahagiaan, tentu agar usaha kami ini berkah," katanya.

Baca juga: Kekayaan Bobby Nasution, Mantu Jokowi Maju di Pilkada Medan, Lebih Kaya dari Gibran Juragan Martabak

Biasanya kata Azwar, sedekah berema Jumat berkah itu dilaksanakan pada Jumat siang. Namun, karena kedai martabak hanya buka pada malam hari, akhirnya sedekah dilakukan pada malam Jumat.

Selama melaksanakan sedekah malam Jumat itu, Azwar mengaku tak pernah rugi. Tak pernah semalam pun dia tak mendapat pembeli.

Azwar mengatakan, Martabak Bandung adalah bisnis keluarga besarnya di Jawa Barat. Anggota keluarganya yang lain dari pihak mertua lelaki, punya usaha serupa di Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, dan Banjar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved