Terbiasa Daring, Pelajar di Cileunyi Merasakan Ada yang Aneh dengan PTM Terbatas Karena Masalah Ini
Pelajar di Cileunyi Kabupaten Bandung, mengaku bersyukur bisa kembali digelar PTM, namun masih terasa aneh karena belum terbiasa dengan segala
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
"Sekarang kan, hanya sebagian PTM, sebagian online. Tapi bisa belajar bareng karena kan lewat zoom, tapi tetap saja lebih enak belajar di sekolah langsung," ujarnya.
Semoga kata Ainusifa, bisa cepat kembali normal belajar di sekolah semuanya.
"Vaksin kan sudah diwajibin, yang tadinya gak mau vaksin karena kemana-mana harus sudah vaksin jadi pada ikut vaksin," katanya.
Dengan begitu kata dia, semoga bisa mempercepat sekola kembali normal seperti sebelum adanya pandemi.
"Supaya ramai banyak teman bisa belajar bareng, sehingga lebih semangat belajarnya," ucapnya.
Guru Fisika SMAN 1 Cileunyi, Sri Suharti, membenarkan kini PTM digelar terbatas, sebagian siswa berada di sekolah sebagiannya lagi belajar di rumah.
"Kami belajar inklud, dengan yang di rumah. Siswa yang di rumah bisa melihat yang di sekolah karena menggunaka webcam," kata Sri.
Sri mengatakan, jadi di kelas terdapat laptop kamera yang mengarah ke guru yang sedang belajar, sehingga pelajar yang di rumah bisa ikut belajar.
"Sehingga kami guru tak mengulang materi, yang di sekolah dan di rumah materinya sama," katanya.
Menurutnya, tekni mengajar tersebut cukup epektif dan efisien, sebab siswa mendapat materi yang sama dan guru tak harus dua kali mengajar.
"Paling kendalanya bagi siswa yang online, hanya jaringa, seperti tiba-tiba keluar grup. Kalau ada yang tak memiliki perangkatnya, sekolah juga menyediakannya untuk membantu mereka belajar," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ptm_di-sman-1-cileunyi-kabupaten-bandung.jpg)