Jumat, 8 Mei 2026

Terbiasa Daring, Pelajar di Cileunyi Merasakan Ada yang Aneh dengan PTM Terbatas Karena Masalah Ini

Pelajar di Cileunyi Kabupaten Bandung, mengaku bersyukur bisa kembali digelar PTM, namun masih terasa aneh karena belum terbiasa dengan segala

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Suasana sebelum memasuki kelas saat pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah di Kabupaten Bandung hampir satu bulan berjalan.

Pelajar di Cileunyi, mengaku bersyukur bisa kembali digelar PTM, namun masih terasa aneh karena belum terbiasa dengan segala pembatasan PTM di tengah pandemi Covid-19.

Pembatasan tersebut karena penerapan protokol kesehatan Covid- 19 saat PTM, seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu sebelum sekolah, pembatasan siswa saat PTM, hingga jaga jarak di kelas.

Seorang pelajar kelas XI SMAN 1 Cileunyi, Siti Zahra, mengaku bersyukur bisa PTM di sekolah, namun rasanya jauh berbeda jika dibanding sebelum pandemi.

"Rasanya PTM sekarang, beda banget jauh banget, terasa sepi," ujar Zahra, saat kegiatan vaksinasi di SMAN 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (30/9/2021).

Zahra mengatakan, sebab PTM sekarang sebagian siswa PTM sebagian siswa belajar online.

"Jadi kurang rame, gak bisa bereng teman-teman, soalnya gak semua sekolah," kata Zahra, sambil tersenyum.

Bahkan kata Zahra, kantin sekolah pun sekarang tutup.

"Kantin tutup kadi gak bisa jajan bareng sama, teman- teman. Bukan hanya mainnya aja sih, tapi kan kalau bareng-bareng belajarnya juga lebih semangat," kata Zahra.

Pelajar kelas XI SMAN 1 lainnya, Rida Hartati, mengaku sudah sangat kangen masuk sekolah bareng.

"Ya sudah sangat kangen masuk sekolah bareng, sekarang kan gak bareng semua," tuturnya.

Kini kata Zahra, sekolah masuk bergantian, dalam seminggu hanya 3 hari PTM.

"Jadi gantian tiga hari PTM, lalu belajar online lagi," katanya.

Begitu juga Ainusifa yang sama duduk di kelas XI SMAN 1 Cileunyi, mengaku sangat rindu bisa PTM secara bersamaan seluruh siswa.

"Sekarang kan, hanya sebagian PTM, sebagian online. Tapi bisa belajar bareng karena kan lewat zoom, tapi tetap saja lebih enak belajar di sekolah langsung," ujarnya.

Semoga kata Ainusifa, bisa cepat kembali normal belajar di sekolah semuanya.

"Vaksin kan sudah diwajibin, yang tadinya gak mau vaksin karena kemana-mana harus sudah vaksin jadi pada ikut vaksin," katanya.

Dengan begitu kata dia, semoga bisa mempercepat sekola kembali normal seperti sebelum adanya pandemi.

"Supaya ramai banyak teman bisa belajar bareng, sehingga lebih semangat belajarnya," ucapnya.

Guru Fisika SMAN 1 Cileunyi, Sri Suharti, membenarkan kini PTM digelar terbatas, sebagian siswa berada di sekolah sebagiannya lagi belajar di rumah.

"Kami belajar inklud, dengan yang di rumah. Siswa yang di rumah bisa melihat yang di sekolah karena menggunaka webcam," kata Sri.

Sri mengatakan, jadi di kelas terdapat laptop kamera yang mengarah ke guru yang sedang belajar, sehingga pelajar yang di rumah bisa ikut belajar.

"Sehingga kami guru tak mengulang materi, yang di sekolah dan di rumah materinya sama," katanya.

Menurutnya, tekni mengajar tersebut cukup epektif dan efisien, sebab siswa mendapat materi yang sama dan guru tak harus dua kali mengajar.

"Paling kendalanya bagi siswa yang online, hanya jaringa, seperti tiba-tiba keluar grup. Kalau ada yang tak memiliki perangkatnya, sekolah juga menyediakannya untuk membantu mereka belajar," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved