6 Pasien Covid-19 di Majalengka Dirawat di Rumah Sakit, Hari Ini Ada Penambahan Dua Kasus
Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka masih bertambah 6 kasus di tengah kebijakan PPKM Darurat. Ganjil genap di wisata paralayang batal
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka masih bertambah 6 kasus di tengah kebijakan PPKM Darurat, Sabtu (25/9/2021).
Meski tak siginifikan, penambahan kasus membuktikan bahwa penyebaran Covid-19 masih terjadi.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Majalengka, Agus Susanto mengatakan, pada Sabtu (25/9) ini ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 2 orang.
Jumlah ini naik sama dengan hari sebelumnya Jumat (24/9) yang bertambah sebanyak 2 kasus. Sementara, pada hari ini tak ada yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Sehingga kata Agus, total jumlah warga Kabupaten Majalengka tertular virus corona sebanyak 11.490 orang. Rinciannya sebanyak 35 orang masih isolasi mandiri, 6 orang dirawat di rumah sakit.
"Selain itu, sebanyak 10.65- orang selesai isolasi atau sembuh dan sebanyak 793 orang meninggal dunia," ujar Agus, Sabtu (25/9/2021).
Baca juga: Drama di Balik Penetapan Tersangka Azis Syamsuddin oleh KPK, Ngaku Isoman, Dites Ternyata Nonreaktif
Tidak Ada Ganjil Genap di Wisata Paralayang Majalengka
Rencana penerapan ganjil genap di akses menuju objek wisata Paralayang Gunung Panten Majalengka batal dilakukan.
Pasalnya, pantauan Tribun di lokasi, tak ada petugas dari kepolisian, Satpol PP maupun Dishub yang berjaga seperti pada pekan lalu.
Menurut Ppengelola Wisata Paralayang Majalengka, Dede Sofyan, menyebut bahwa ganjil genap di lokasi itu tidak diberlakukan. Hal itu atas koordinasi dengan pihak kepolisian sejak awal pekan ini.
"Yang saya tahu mah memang sudah tidak lagi (diberlakukan ganjil genap). Ini atas informasi dari Lantas Polres langsung," ujar Dede kepada Tribun, Sabtu (25/9/2021).
Dede pun bersyukur atas informasi tak lagi diberlakukannya ganjil genap tersebut. Karenanya, ia sempat kaget adanya informasi ganjil genap kembali dilanjutkan.
"Kemarin saya lihat di media dilanjutkan, saya bereaksi dong. Saya kaget," ucapnya.
Bukan tanpa alasan, sambung dia, diberlakukannya ganjil genap disebut pihak pengelola wisata meradang. Pasalnya, para pengunjung berkurang dan enggan berwisata ke Paralayang.